Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Lestarikan Warisan Budaya Nusantara, Siswa SDN Semanding Belajar Karawitan setiap Akhir Pekan

Yuan Edo Ramadhana • Minggu, 2 Februari 2025 | 18:34 WIB
LESTARIKAN BUDAYA: Siswa-siswi SDN Semanding Bojonegoro memainkan karawitan, slah satu budaya warisan nusantara. (YANA DWI KURNIYA WATI/RADAR BOJONEGORO)
LESTARIKAN BUDAYA: Siswa-siswi SDN Semanding Bojonegoro memainkan karawitan, slah satu budaya warisan nusantara. (YANA DWI KURNIYA WATI/RADAR BOJONEGORO)

 

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Tabuhan gamelan terdengar memanjakan telinga pengendara sekitar Jalan Raya Bakalan, Desa Semanding, Kecamatan Kota kemarin (1/2). Tak disangka itu berasal dari lantai dua gedung selatan balai desa setempat.

Terlihat unik dan berbeda, alunan musik tradisional Jawa itu dimainkan anak-anak.

Lebih menarik karena mengenakan pakaian adat Jawa. Duduk di lantai dan fokus alat musiknya. Tabuhan, pukulan, hingga tepukan tangan meritme alunan menghiasi ruangan.

Dengan wajah serius siswa-siswi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Semanding mulai memainkan musik warisan budaya nusantara itu.

Kepala SDN Semanding Sulistyowati mengungkapkan, karawitan menjadi salah satu ekstrakurikuler. Dilaksanakan setiap Sabtu. ‘’Ini menjadi program unggulan kami. Tepatnya saat saya menjabat sebagai kepala sekolah di sini (Desa Semanding),’’ ucapnya saat ditemui di balai desa setempat.

Sulis menuturkan, ekstrakurikuler karawitan tidak muncul seketika. Ada tujuan besar penuh makna di baliknya. Yakni menjaga adat, tradisi, dan budaya Jawa. Sekaligus menanamkan karakter dan perilaku tata krama kebudayaan Jawa.

Karena, menjaga budaya sudah menjadi kewajiban. Terlebih dengan kencangnya arus modernisasi dan globalisasi yang membawa banyak anak muda condong budaya asing.

‘’Kami ingin menanamkan karakter kebudayaan Jawa. Apalagi sekarang modernisasi dan globalisasi. Jangan sampai budaya kita tergerus. Kita punya budaya adi luhur,’’ tuturnya.

Dengan semangat melestarikan budaya Jawa, perempuan 53 tahun itu mengaku, tidak hanya fokus pada karawitan. Tapi, juga mengajarkan anak-anak didiknya tari tradisional. Dan untuk meningkatkan bakat dan minat lainnya juga memberi wadah ekstrakurikuler lain seperti drumband dan pramuka.

Bahkan, dari keaktifan menghidupkan kegiatan ekstra di luar pembelajaran itu, SDN Semanding berhasil meraih juara harapan 1 tingkat kecamatan. Meski demikian, itu merupakan piala pertama sejak 2007. ‘’Dan kami membuat program setiap Sabtu baik guru dan anak-anak diwajibkan menggunakan Bahasa Jawa,’’ pungkasnya. (yna/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#ekstrakurikuler #tata krama #balai desa #Budaya #globalisasi #kebudayaan #gamelan #bojonegoro #karawitan #Semanding #pramuka #SDN #modernisasi #pakaian adat jawa #Tradisi #bahasa jawa