BLORA, Radar Bojonegoro - Semerbak wangi menyan dan bakaran dupa mengiringi prosesi jamasan pusaka di Pendapa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora pagi kemarin (5/12). Dengan perlahan, penjamas membasuh satu per satu pusaka yang disimpan sebagai tanda penghormatan kepada para leluhur.
Termasuk pusaka keris Kiai Bismo yang menjadi pusaka utama dalam peringatan Hari Jadi ke-275 Blora. Pusaka-pusaka itu dimandikan dengan air kembang tujuh rupa, dibilas air kelapa muda untuk menghilangkan sisa minyak dan karat.
Juga dioleskan warangan, benda kimia yang digunakan untuk mempertajam guratan estetik yang ada di permukaan keris. ’’Jamasan pusaka sudah menjadi tradisi setiap tahun sebagai bentuk penghormatan terhadap benda-benda pusaka peninggalan leluhur,” ujar Sekretaris Dinas Pemuda Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Dinporabudpar) Blora Mustakim.
Usai dijamas, pusaka-pusaka itu kemudian diarak mengelilingi Pendapa Bupati Blora. Langkah kaki pembawa keris tampak pelan, menandakan kehati-hatian dalam prosesi jamasan.
Termasuk pusaka Kiai Bismo itu akan dikirab pada acara puncak HJB ke-275 pada Rabu (11/12) mendatang. ’’Secara administrasi, pusaka-pusaka itu milik Pemkab Blora, jamasan ini dilakukan agar pusaka tetap terawat dan terjaga keasliannya,” ungkapnya.
Mustakim menegaskan, agenda jamasan pusaka tersebut sebagai bentuk pelestarian seni budaya. Pihaknya berharap generasi saat ini terus melanjutkan tradisi yang telah ditinggalkan para leluhur.
Untuk kemajuan kebudayaan, yang saat ini juga telah diupayakan penyusunan perda kebudayaan. ’’Kita uri-uri, jadi harapan kami generasi sekarang gayung bersambut dalam pelestarian cagar budaya dan sekaligus untuk memantik insan budaya milenial dalam memajukan budaya,” terangnya.
Pihaknya mengatakan, Keris Kiai Bismo merupakan pusaka peninggalan Bupati Blora terdahulu yang diwariskan turun-temurun kepada Bupati selanjutnya. Tidak sembarang orang yang bisa melakukan penjamasan. Karena ada petugas khusus yang ditugaskan untuk melakukan prosesi yang dianggap sakral tersebut. (luk/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana