Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Limbah Jadi Berkah: Pa'e Debog Bojonegoro Sukses Ubah Pelepah Pisang Menjadi Kerajinan Bernilai Tinggi

Yuan Edo Ramadhana • Kamis, 10 Oktober 2024 | 16:00 WIB
KREATIF: Maisir telah merintis usaha kerajinan pelepah pisang sejak 2014 di Desa Balenrejo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro. (FARHAN REZA ARDIANSYAH/RADAR BOJONEGORO).
KREATIF: Maisir telah merintis usaha kerajinan pelepah pisang sejak 2014 di Desa Balenrejo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro. (FARHAN REZA ARDIANSYAH/RADAR BOJONEGORO).

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Usaha kreatif Pa'e Debog milik Maisir berhasil mencuri perhatian. Bukan hanya di Bojonegoro, tetapi juga hingga ke tingkat nasional dan internasional. Didirikan pada 2014, usaha ini berawal dari keprihatinan Maisir terhadap limbah pelepah pisang yang tidak dimanfaatkan.

Banyak pohon pisang di desanya menghasilkan pelepah yang hanya terbuang begitu saja. ’’Waktu itu saya berpikir, kenapa tidak dimanfaatkan? Awalnya, saya membuat barang-barang untuk keperluan sendiri seperti asbak, tempat tisu, dan lain-lain. Tamu yang datang ke rumah mulai tertarik dengan produk-produk ini,” kata pria asal Desa Balenrejo, Kecamatan Balen itu.

Tahun-tahun awal tentu tidak mudah bagi Maisir. Banyak tantangan dihadapinya, termasuk cibiran dari tetangga sekitar yang meremehkan upayanya. Namun, hal itu tidak mematahkan semangatnya. Justru, cibiran tersebut ia jadikan motivasi untuk terus maju.

’’Saya minta dukungan dari RT, lurah, hingga kabupaten, tapi tidak ada yang melirik usaha ini. Mungkin karena saya tinggal di desa kecil, di gang yang belum beraspal saat itu. Tapi, saya terus maju, bahkan mengembangkan usaha ini ke luar desa Balen, membuktikan bahwa kerajinan pelepah pisang bisa menghasilkan sesuatu yang bernilai,” kenangnya.

Maisir butuh waktu dua tahun mempelajari berbagai hal, termasuk pemasaran. Barulah pada 2016, ia mengurus surat izin usahanya secara resmi. Sejak saat itu, usaha Pa'e Debog mulai berkembang pesat. Produk-produk buatan tangan seperti gantungan kunci, bros, asbak, topi, tempat tisu, hingga lukisan siluet dari pelepah pisang menjadi andalan.

’’Produk termurah kami adalah gantungan kunci, sementara yang paling mahal adalah lukisan siluet dari pelepah pisang, dengan harga mulai dari Rp 100.000, tergantung ukuran dan tingkat kerumitannya,” jelasnya.

Namun, usaha ini juga menghadapi tantangan alam, terutama saat musim hujan. Pelepah pisang perlu dikeringkan sebelum bisa digunakan dan musim hujan memperlambat proses tersebut. Maisir mengatasi masalah ini dengan menyimpan stok pelepah pisang saat musim kemarau.

Jika gudangnya penuh, maka para karyawan juga membantu menyimpan stok di rumah masing-masing. ’’Musim hujan sering membuat pelepah berjamur dan lama kering. Makanya, di musim kemarau, saya harus nyetok banyak,” tambahnya.

Tidak hanya mengandalkan pasar lokal, produk Pa'e Debog telah merambah pasar internasional. Melalui kerja sama dengan perusahaan ekspor, produk kerajinan dari pelepah pisang ini telah sampai ke 12 negara.

’’Saya juga membuka outlet di berbagai desa di Bojonegoro, dan memanfaatkan beberapa platform online,” ujarnya. Selain itu, Maisir juga aktif mengikuti berbagai lomba kerajinan, baik di tingkat provinsi maupun nasional. Berkat kegigihannya, ia berhasil meraih juara di berbagai kompetisi, termasuk juara 1 dalam lomba produk ramah lingkungan di Jawa Timur.

Setelah melalui masa sulit akibat pandemi Covid-19, usaha ini mulai bangkit kembali. Saat ini, Pa'e Debog mempekerjakan 15 karyawan yang terbagi dalam beberapa bidang, seperti pencarian bahan baku, produksi, administrasi, instruktur wisata edukasi, dan pemasaran.

’’Kami juga rutin mengadakan wisata edukasi, mengajak masyarakat untuk belajar tentang cara membuat kerajinan dari pelepah pisang,” terang Maisir. Dengan berbagai pencapaian yang telah diraih, harapan Pak Maisir ke depannya adalah agar produk kerajinan dari pelepah pisang bisa menjadi salah satu ikon Bojonegoro.

Layaknya ledre yang sudah dikenal sebagai oleh-oleh khas dari buah pisang. ’’Saya ingin kerajinan pelepah pisang ini menjadi ikon souvenir Bojonegoro,” pungkasnya. (fra/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Limbah #Desa #usaha kreatif #usaha #Keperluan #pelepah kelapa sawit #Musim Hujan #balen #Lukisan #kerajinan #pelepah pisang