Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Latansa, Rumah Produksi Batik Jonegoran: Dari Pelatihan Hingga Menembus Pasar

Yuan Edo Ramadhana • Jumat, 4 Oktober 2024 | 15:30 WIB
BATIK TULIS: Dua karyawan di Latansa turut Desa/Kecamatan Dander sedang mengerjakan batik tulis khas Jonegaran. (FARHAN REZA ARDIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)
BATIK TULIS: Dua karyawan di Latansa turut Desa/Kecamatan Dander sedang mengerjakan batik tulis khas Jonegaran. (FARHAN REZA ARDIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Batik Jonegaran, motif batik khas Kabupaten Bojonegoro, semakin dikenal luas. Salah satunya berkat usaha yang dijalankan Eny dan rumah produksinya, Latansa Dander, Bojonegoro.

Usaha batik ini berawal dari sebuah lembaga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). ’’Awalnya, kami mengirim beberapa orang dari lembaga PKBM. Waktu itu ada pelatihan membuat batik Jonegaran yang diadakan oleh Dinas Pendidikan. Jadi, kami langsung mempraktikkan ilmu tersebut di rumah,” kenang Bu Eny.

Setelah berhasil memproduksi batik dari hasil pelatihan, usaha Eny mendapatkan dukungan dari Dinas Pendidikan yang memesan produknya. ’’Kami mendapatkan pesanan dari Dinas Pendidikan, dan dari situ kami mulai membuka pesanan lainnya. Hingga saat ini, kami masih terus mendapatkan pesanan batik,” tambahnya.

Kesuksesan ini semakin meningkat ketika Eny dan timnya mendapatkan bantuan dari EMCL berupa alat dan bahan. Serta, pelatihan tambahan dari pelatih batik asal Solo, Laweyan. ’’Pelatihan tersebut sangat membantu kami dalam memperdalam teknik membatik,” tuturnya.

Saat ini, rumah produksi Latansa yang berdiri sejak 2011 silam menghasilkan dua jenis batik. Yaitu, batik cap dan batik tulis. Mereka menggunakan 14 motif batik Jonegaran yang dikombinasikan dengan motif lain untuk memberikan variasi pada produknya.

Dalam proses produksinya, Eny menjelaskan, bahwa mereka mampu menyelesaikan 25 hingga 30 lembar batik setiap harinya dengan teknik colet. Namun, hal tersebut bergantung pada cuaca. ’’Kalau cuaca panas, sehari kami bisa menyelesaikan 25-30 lembar. Tapi, kalau musim hujan, hanya bisa menghasilkan 10-15 lembar karena proses pewarnaan membutuhkan sinar matahari,” ungkapnya.

Meskipun sudah cukup sukses, usaha batik Latansa tidak terlepas dari tantangan. ’’Kami dulu masih awam dengan batik. Jadi, tantangan awalnya adalah bagaimana mencari ilmu yang mendukung proses produksi,” kata Eny.

Selain itu, permodalan juga menjadi salah satu kendala. Namun, hal ini sudah teratasi berkat bantuan dari berbagai pihak, termasuk pinjaman modal. Tantangan lain datang dari sisi produksi, terutama saat musim penghujan.

’’Saat pesanan banyak, tetapi cuaca tidak mendukung, kami harus menunggu panas agar proses produksi bisa dilanjutkan,” bebernya. Pemasaran produk batik Latansa saat ini masih terbatas di wilayah Bojonegoro.

Meskipun usaha tersebut telah merambah ke media sosial seperti Facebook dan Instagram. Namun, Eny mengakui, bahwa persaingan cukup ketat. Karena setiap daerah di Bojonegoro memiliki rumah produksi batik Jonegaran sendiri.

’’Kami masih di lingkup Bojonegoro, meskipun sudah berpromosi lewat media sosial. Tapi, jumlahnya belum banyak karena persaingannya cukup besar,” jelasnya. Eny memiliki harapan besar untuk masa depan batik Jonegaran.

’’Kami berharap semakin banyak yang suka dengan batik Bojonegoro, dan semakin banyak dukungan serta fasilitas yang diberikan oleh pemerintah kabupaten kepada para perajin batik,” ujarnya.

Ia juga berharap agar semakin banyak pelatihan yang diberikan, sehingga para perajin bisa terus mengembangkan keahlian dan usahanya. ’’Semoga batik Bojonegoro bisa lebih dikenal di seluruh Indonesia, bahkan luar negeri,” ucap Eny dengan penuh semangat. (fra/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#PKBM #solo #batik cap #Dinas Pendidikan #Produksi #usaha #batik jonegoroan #batik tulis #bojonegoro #batik #matahari #motif batik