Masyarakat adat Samin dari Blora, Bojonegoro, Pati, Rembang, Kudus, Grobogan, dan masyarakat dari berbagai daerah menghadiri acara Rembuk Sedulur Sikep. Mereka menuju ke Plosokediren, Kecamatan Randublatung dengan jalan kaki selama tiga hari.
MENERUSKAN ajaran laku jejeg, masyarakat adat samin dari Kudus, Rembang, dan Pati jalan kaki hingga Ploso Kediren, Kecamatan Randublatung. Mereka akan berkumpul di Pendapa Pengayoman untuk Rembuk Sedulur Sikep dari lintas kabupaten dan ritual Mapak Mbah Suro.
’’Kami dari Kudus, Pati punya niatan untuk berjalan sampai petilasan Mbah Samin di Plosokediren," ujar salah satu tokoh Samin Gunretno. Ia menambahkan, Sedulur Sikep dari Rembang dan usai acara di pendapa masih ada sebagian yang melanjutkan jalan kaki kemarin (9/7).
Menurutnya, jalan kaki yang dilakukan tidak sebanding dengan apa yang dilakukan Mbah (Saminsurosentiko). Sebagai perwujudan untuk 'laku jejeg' meneruskan ajaran terdahulu. ’’Melanjutkan laku, tidak hanya bermanfaat untuk diri sendiri, namun untuk orang lain,” katanya.
Ia mengatakan, perjalanan dari Pati hingga ke Ploso Kediren, Randublatung, telah ditempuh selama tiga hari. Mereka tiba di lokasi tujuan pada Jumat lalu (6/7) lalu. Hingga kemarin (9/7), masih ada yang melakukan prosesi jalan kaki dari Rembang.
Sedulur Samin mengajak generasi selanjutnya untuk membulatkan tekad mempertahankan nilai luhur yang diajarkan Samin Surosentiko. ’’Apa yang diajarkan bisa diteruskan, sebisanya melakukan kebaikan,” terangnya.
Diketahui, mereka akan berkumpul di Pendapa Pengayoman Ploso Kediren untuk Rembug Sedulur Sikep hari ini (10/7). Dihadiri masyarakat Samin dari Blora, Bojonegoro, Pati, Rembang, Kudus, Grobogan, dan masyarakat dari berbagai daerah. (luk/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana