LAMONGAN, Radar Lamongan - Ramadan memberikan pundi-pundi rejeki kepada pelaku usaha kecil menengah (UKM) fashion muslim. Salah satunya produsen hijab dan pakaian muslim anak di Perumahan Taman Intan Raya, Desa Bakalanpule, Kecamatan Tikung.
Owner UKM fashion muslim, Nurlaili menjelaskan, produksi dilakukan di rumahnya berukuran 6 x 11 meter. Ketika masuk ke dalam, terdapat empat mesin jahit. Tampak satu karyawannya fokus menjahit salah satu hijab.
Dia mengatakan, penjualan fashion muslim naik 50 persen jika dibandingan hari biasa. Namun, terjadi penurunan penjualan dibandingkan Ramadan tahun lalu.
‘’Permintaan menurun 30 persen dibanding tahun lalu,’’ kata Laili, sapaan akrabnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (23/3).
Dia memperkirakan, kenaikan harga kebutuhan pokok dan sembako cukup mempengaruhi daya beli masyarakat terhadap fashion. ‘’Jadi orang mikir kebutuhan sehari-hari ngepres, apalagi untuk beli pakaian,’’ ujarnya.
Laili mengaku sudah menyetok barang tiga bulan sebelum Ramadan lalu. Sehingga, ketika ada kenaikan permintaan, makabisa segera dipenuhi.
‘’Untuk PO (pre-order) ini bisa pesan bijian dan couple keluarga,’’ imbuhnya. Laili mulai merintis UKM produksi hijab mulai Tahun 2019. Selanjutnya, dia merambah ke sejumlah varian hijab hingga fashion muslim anak.
’’Sehari bisa membuat hijab 20 biji jenis instan. Kalau segi impat bisa 40 biji, dua kali lipatnya,’’ ucapnya.
Beberapa konsumennya juga memesan custom, yakni menyetorkan model dan ukuran. Nanti satu minggu sebelum Lebaran sudah selesai.
’’Model sesui request,’’ ujarnya. Untuk pengerjaan baju muslim custom dan hijab couple tergantun dari motif dan model. Jika modelnya simple, hanya membutuhkan waktu dua hari. Namun, jika modelnya ribet, maka membutuhkan waktu hingga seminggu.
Konsumennya tidak hanya dari Lamongan tapi juga dari luar daerah. ‘’Dengan pemasaran online,’’ terangnya. (sip/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana