Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Satu ABK Kapal Motor Nelayan Putra Sumber Mas Ditemukan

Hakam Alghivari • Kamis, 1 Februari 2024 | 00:40 WIB
TIDAK BERNYAWA: Warga bersama kepolisian mengevakuasi mayat Zainal Abidin, ABK KMN Putra Sumber Mas, di pesisir pantai Dusun Saghubing, Desa Buddhi, Kecamatan Arjasa, Sumenep. (RADAR MADURA/RDR.LMG)
TIDAK BERNYAWA: Warga bersama kepolisian mengevakuasi mayat Zainal Abidin, ABK KMN Putra Sumber Mas, di pesisir pantai Dusun Saghubing, Desa Buddhi, Kecamatan Arjasa, Sumenep. (RADAR MADURA/RDR.LMG)

PACIRAN, Radar Lamongan – Satu dari tiga ABK kapal motor nelayan (KMN) Putra Sumber Mas yang hilang ditemukan dalam keadaan tak bernyawa.

Kepala BPBD Lamongan Joko Raharjo, ABK yang ditemukan itu bernama Zainal Abidin, 48, asal Kelurahan Blimbing, Kecamatan Paciran. Mayat korban dimakamkan di Desa Buddi, Kecamatan Arjasa, Sumenep.

Menurut dia, keluarga korban menyetujui pemakaman tersebut. ‘’Sedangkan yang lainnya, belum ditemukan hingga saat ini,’’ ujarnya.

Dua ABK yang belum ditemukan itu, Slamet, 33, asal Brondong dan Budi, 35, asal Paciran.

Dilansir dari Radar Madura, mayat Zainal Abidin ditemukan di pesisir Pantai Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Sumenep pukul 08.00 (28/1).

”Kami sudah mengonfirmasi keluarga korban ABK KMN Putra Sumber Mas. Ternyata, mayat tersebut dipastikan koban laka laut kapal itu,” ujar Koordinator Unit Siaga SAR Sumenep Basarnas Surabaya, Nanang Pujo Prasetiyo.

Kasihumas Polres Sumenep, AKP Widiarti mengatakan, mayat Zainal Abidin, ditemukan di pesisir Dusun Saghubing, Desa Buddi, Kecamatan Arjasa.

Awalnya, Insiya, 35, warga setempat, pergi ke pinggir pantai untuk menunggu suaminya yang memancing di laut. Saat itu, dia melihat boks atau drum sekitar 500 meter dari tepi pantai.

Karena penasaran, Insiya meminta Kadus Saghubing Subeiri untuk mengecek boks tersebut. ”Setelah dicek, ternyata benda itu bukan drum, melainkan mayat laki-laki,” terangnya.

Penemuan mayat tersebut dikonfirmasikan kepada keluarga korban ABK KMN Putra Sumber Mas. Salah satu keluarga korban membenarkan ciri-ciri mayat Zainal Abidin tersebut.

”Keluarga korban meminta agar korban dikuburkan di TPU (tempat pemakaman umum) Dusun Saghubing, Desa Buddi, dan menerima dengan ihklas atas kejadian tersebut,” tuturnya. 

Ada Dua Mayat Lain, Keluarga Korban tak Mengenali

Di pesisir pantai Kecamatan Kangayan, juga ditemukan dua mayat laki-laki pada hari yang sama, pukul 17.00. Namun, identitas kedua mayat sama-sama tidak diketahui.

”Setelah dikonfirmasi kepada keluarga korban ABK KMN Putra Sumber Mas, tidak ada yang mengakui ciri-ciri dari dua mayat tersebut,” kata Koordinator Unit Siaga SAR Sumenep Basarnas Surabaya, Nanang Pujo Prasetiyo.

Sementara Kasihumas Polres Sumenep, AKP Widiarti mengatakan, dua mayat laki-laki di perairan Dusun Pondok Kelor, Desa Torjek, Kecamatan Kangayan, ditemukan Mat Dasan.

Sore itu, dia memmancing di pesisir pantai sekitar. Tidak lama kemudian, saksi melihat benda mengapung di perairan tepi pantai.

Setelah didekati, ternyata dua mayat laki-laki. Peristiwa tersebut langsung dilaporkan kepada perangkat Desa Torjek dan Polsek Kangayan.

”Dua mayat itu dibawa ke puskesmas pembantu Dusun Pondik Kelor, Desa Torjek, untuk dilakukan pemeriksaan medis dan visum,” sebutnya.

Mayat pertama berkaus ungu yang di punggungnya bertulis Shimano Real Angler Lets Fishing. Memakai celana pendek ungu, tubuh sudah membengkak, dan sebagian kulit mengelupas.

”Wajah bengkak dan rusak. Sidik jari tangan dan kaki rusak mengelupas serta tidak ditemukan ciri-ciri khusus,” tuturnya

Sementara itu, mayat kedua ditemukan dalam keadaan telanjang. Kulit tubuh mengelupas, wajah bengkak, dan rusak. Sidik jari tangan dan kaki mengelupas. Mayat tersebut juga tidak ditemukan ciri-ciri khusus.

Polisi sudah berupaya mengonfirmasi keluarga korban KMN Putra Sumber Mas  dari Lamongan yang tenggelam. Namun, ciri-ciri mayat tersebut tidak ada yang mengakui sebagai anggota keluarga.

”Karena kondisi mayat mulai membusuk, maka segera dikuburkan di pemakaman Dusun Pondok Kelor, Desa Torjek,” jelas Widi. (bus/luq /yan)

Editor : Hakam Alghivari
#abk #kapal #mayat #nelayan #lamongan