LAMONGAN, Radar Lamongan - Produksi perikanan laut semester satu, cenderung turun dibandingkan tahun lalu. Pada semester awal tahun ini, produksi perikanan laut hanya 40,67 persen dari target.
Kabid Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Lamongan, Hendro Setiyo Budi menjelaskan, tahun lalu semester awal produksi laut mencapai 49 ribu ton, dari target 77.616 ton. Sedangkan, hingga enam bulan ini hanya 31.730 ton, dari target 78 ribu ton.
''Kalau dibandingkan dengan tahun sebelumnya agak menurun, banyak nelayan tripnya semakin jauh,'' tutur Hendro, sapaan akrabnya.
Hendro menilai, cuaca tahun ini tidak mendukung seperti tahun lalu, yang membuat produksi ikan berkurang. Namun, diakuinya, produksi ikan laut fluktuatif. Yakni tahun lalu sebelumnya turun, kemudian naik pada akhir tahun.
''Mungkin Agustus ke atas baru ada ikan. Musim ini terpengaruh, produksinya juga tidak banyak, akhirnya trip semakin jauh,'' imbuhnya.
Hendro mengatakan, ikan tongkol menjadi salah satu komoditi yang mengalami penurunan. Padahal produksi tahun lalu cukup tinggi. ''Kalau ikan layang musimnya Agustus, kemarin teman-teman Brondong sudah ada yang menangkap ikan layang,'' ucapnya.
Ketua Rukun Nelayan Brondong, Mugiyanto membenarkan, tahun ini produksi perikanan laut menurun dibanding tahun lalu. Dia mengaku merasakan sendiri tidak melaut sejak Lebaran lalu. Sempat mencoba berangkat, tapi hasilnya kurang maksimal dan justru merugi.
''Karena angin, arus, jadi seluruh nelayan di Lamongan, khususnya pantura berkurang,'' ujarnya.
Ketua Rukun Nelayan Blimbing, Nur Wahid mengakui bahwa Januari hingga Juni produksi ikan cenderung turun. Dia memperkirakan, mulai ada ikan bulan ini hingga Oktober mendatang karena proses migrasi ikan.
''Alhamdulillah dapat banyak cumi, hanya saja kalau cumi banyak (melimpah, Red), harganya turun,'' terangnya. (sip/ind)
Editor : M. Yusuf Purwanto