Sugeng Dwi Hartantyo, ketua rombongan 10 kloter 25, menuturkan, jemaah haji sudah tiga hari di Madinah. Kemarin jemaah melaksanakan ziarah, ke masjid quba, masjid qiblatain, dan jabal uhud.
‘’Alhamdulillah kondisinya di sini cukup panas, diangka 41 derajat Celsius. Disarankan untuk jemaah memakai APD (alat pelindung diri),’’ kata wakil Dekan Fakultas Teknik Unisla Lamongan ini.
APD itu mulai penutup kepala, kacamata, masker, alas kaki, dan sarung tangan. Jemaah juga disarankan minum oralit, yang sudah dibagikan tim kesehatan.
Sugeng menuturkan, jemaah harus mewaspadai kekurangan cairan di suhu panas. Dia mencontohkan ibunya yang sempat mimisan. Sugeng sendiri mengaku ingusnya kering dan merah.
‘’Itu yang kita antisipasi. Setelah rapat ketua kloter bersama tim kesehatan, diimbau hati-hati agar tidak capek karena kegiatan masih lama, cuaca terik,’’ ujarnya.
Dr Fathir Qur Aniyyah, tenaga kesehatan haji kloter (TKHK) 24 Lamongan, menuturkan, saat ini masa awal - awal jemaah beradaptasi dengan suhu.
‘’Alhamdulillah dari tim kesehatan Provinsi Jatim, tiap kloter diberi oralit, jadi mencegah tidak sampai dehidrasi,’’ katanya. (sip/yan) Editor : M. Yusuf Purwanto