Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Jadi Cikal Bakal Penamaan Lingkungan Rangge

M. Yusuf Purwanto • Minggu, 30 April 2023 | 16:36 WIB
(ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)
(ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)
LAMONGAN, Radar Lamongan - Kendaraan lalu lalang melintas di Jalan Basuki Rahmad, Kelurahan Sukomulyo, Kecamatan/ Kabupaten Lamongan, kemarin (29/4). Sejumlah pengguna jalan penasaran dengan gapura besar berwarna hitam, yang posisinya berada di sebelah timur Kantor KPU Lamongan.

Gapura tersebut bertuliskan Makam Islam Mbah Ronggo Aboe Amin Tahun 1543 sampai 1556, Rangge - Sukomulyo - Lamongan. Mbah Ronggo Aboe Amin (Rangga Aboe Amin) dipercaya masyarakat sekitar sebagai pemimpin Lamongan pertama sejak masih berbentuk wilayah Kranggan pada Tahun 1543 hingga Tahun 1556, sebelum resmi ditetapkan sebagai Kadipaten dengan Adipati pertama Rangga Hadi atau Tumenggung Surajaya.

Photo
Photo
DAPAT PERBAIKAN: Gapura sebagai penanda pintu masuk ke Makam Mbah Ronggo Aboe Amin (Rangga Aboe Amin) (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)

Saat wartawan ini memasuki kawasan makam Islam tersebut, terdapat makam yang bertuliskan Rangga Aboe Amin. Itu merupakan nama dari Mbah Ronggo Aboe Amin. Di sebelah timur terdapat Makam Raden Panji Adipati Keling 1607 higgga 1640, Adipati Lamongan yang kedua.

‘’Kami dari pihak kelurahan juga meyakini bahwasanya beliau (Rangga Aboe Amin, Red) itu pemimpin Lamongan sebelum masa Rangga Hadi,’’ tutur Lurah Sukomulyo Rudy Utomo.

Rudy mengaku setiap tahun berziarah ke Makam Rangga Aboe Amin saat Hari Jadi Lamongan. Selain itu, warga di Lingkungan Rangge juga memiliki inisiatif melaksanakan haul setiap tahun.

‘’Sudah dilaksanakan mulai Tahun 2021. Tahun lalu juga dihadiri Bupati Lamongan, sempat memberi bantuan infrastruktur menuju makam dalam bentuk gapura yang sudah dilaksanakan,’’ ujarnya.

Budayawan dan Sejarahwan Lamongan, Ach. Chambali menjelaskan, menurut sejarah pada zaman Majapahit, kawasan Lamongan sangat luas. Setelah kekuasaan Islam muncul di Jawa didukung oleh para Wali, nama Lamongan makin dikenal. Kawasan Lamongan saat itu oleh Kedaton Giri ditetapkan meliputi Kali Segunting. Letaknya di sebelah barat Kedaton Kediri, arah selatan dibatasi Kali Lamong, arah utara dibatasi Kali Solo, dan arah barat berbatasan dengan Rajekwesi.

Saat itu Lamongan berstatus daerah perwakilan (Wakil Temenggung) yang disebut Keranggan Lamongan, sebelum menjadi Katumenggungan Lamongan. Sejarah terbentuk Keranggan Lamongan dalam era tersiarnya Islam di pantai utara Jawa, khususnya dalam naungan kedaulatan Kesultanan Demak dan Kedaton Giri.

Setelah pemerintahan Rakriyan Rangga Lamongan berakhir pada Tahun 1542 M, maka di Kota Lamongan pada Tahun 1543 M ditunjuk Rangga Lamongan yang pertama bernama Aboe Amin, seorang pemimpin pasukan Islam dari Demak yang sangat berjasa membasmi pemberontakan Rakriyan Rangga Lamongan.

‘’Tokoh Aboe Amin ini nama sebutan, yang berarti bapak keselamatan. Aboe artinya bapak dan amin selamat,’’ terang Chambali.

Rangga Aboe Amin memerintah Keranggan Lamongan selama 13 tahun yakni Tahun 1543 sampai 1556 M, dapat menjaga keamanan kawasan Lamongan serta mengembangkan Islam di daerah Kali Segunting. Penunjukan  Rangga Aboe Amin  ini langsung oleh Sultan Trenggono atas persetujuan Sunan Giri III. Bekas tempat rumah Rangga Aboe Amin kini dikenal orang dengan nama Lingkungan Rangge, yang dulunya disebut Kampung Rangga.

‘’Kini makam Rangga Aboe Amin berada di Makam Islam Rangge Lamongan,’’ kata Chambali.

Ketua Yayasan Rangga Aboe Amin, Imam Mahmudi mengatakan, pihaknya sempat menggali informasi kepada para sesepuh. Dari situ barulah diyakini jika Rangga Aboe Amin yang pertama memimpin Lamongan sebelum Rangga Hadi .

Warga setempat antusias memperbaiki makam, yang dipercaya menjadi cikal bakal Lamongan ini. Imam Mahmudi mengatakan, setiap tahun pada bulan suro di Hari Jumat diadakan haul. ‘’Jadi banyak yang ziarah ke makam saat malam hari,’’ tutur Ketua RT 01/ RW 01, Lingkungan Rangge, Kelurahan Sukomulyo ini. (sip/ind) Editor : M. Yusuf Purwanto
#sejarah #makam #rangge #rangga aboe amin #urban legend