Lobster air tawar termasuk keluarga crustacean atau udang-udangan. Secara karakteristik, sebenarnya tidak jauh beda dengan lobster air laut. Bedanya pada warna tubuhnya sangat indah dan bervariasi.
Seiring makin familiar di masyarakat, kini beberapa orang juga membudidayakan lobster hias air tawar di Lamongan. Salah satunya pemilik ZAQuatic yang tinggal di Kelurahan Tumenggungan, Bagus Dwi Prasetyo.
‘’Mulai anak-anak hingga remaja suka dengan lobster hias, karena warnanya menarik dan postur tubuhnya yang imut. Bentuknya unik, ukurannya juga lebih besar jika dibandingkan udang,’’ Bagus, sapaan akrabnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (17/12).
Di rumahnya terdapat sekitar 30 akuarium. Namun, mata wartawan koran ini tertuju pada akuarium berukuran 30 centimeter (cm) x 30 cm, yang berisi lobster hias air tawar dengan beragam warna.
Namun yang perlu waspada yakni lobster hias tergolong kanibal. Terkadang antar lobster hias ini bisa saling memangsa, ketika salah dalam penanganan atau telat memberi makan.
Bagus menuturkan, pemberian makan sebanyak tiga kali sehari dan harus diberikan secara teratur. Makanannya berupa pellet tenggelam atau ikan kecil yang mati. ‘’Jangan sampai telat memberi makan, makanya ini harus teratur,’’ imbuhnya.
Sama seperti satwa udang-udangan lainnya, lobster hias juga melakukan moulting (ganti kulit). Proses alamiah ini dipercaya membuat warna cangkang lebih indah dan anggun. Nah, saat lobster proses moulting ini juga rawan dimangsa lobster lainnya. Sehingga, di dalam akuarium perlu dilengkapi dengan tempat bersembunyi. Hal lain yang perlu diperhatikan yakni akuarium lebih baik menggunakan substrat pasir dan diberikan bebatuan.
‘’Tanpa media bersembunyi, cukup rawan saling memangsa. Perlindungan ini fungsinya agar lobster yang baru ganti kulit tidak di mangsa lobster lain,’’ ujar pria 24 tahun ini.
Warna lobster hias ini cukup bervariatif. Di antaranya warna putih, merah, biru dan oranye. Sedangkan,harganya sekitar Rp 10 ribu per ekor. ‘’Harganya cukup terjangkau,’’ ucapnya.
Perawatannya tergolong mudah dan daya tahan cukup kuat. Itu menjadi kelebihan dari lobster hias. Bagus mengakui, lobster ini terkenal kuat dan tahan banting. Sehingga tidak perlu khawatir, ketika tiba-tiba listrik padam, yang membuat aerator di akuarium mati. Sebab, Lobster masih bisa bertahan hidup.
Sedangkan, yang perlu diperhatikan yakni populasi dalam akuarium tidak boleh terlalu banyak, mengingat lobster yang bisa memangsa temannya. Bagus menguras dan mengganti air di akuarium seminggu sekali. Pola pergantian air seperti perawatan ikan pada umumnya. Perbandingannya setengah air baru dan setengah air lama.
‘’Akuarium harus ada aerator juga, agar lobster lebih nyaman,’’ terangnya. (sip/ind) Editor : M. Yusuf Purwanto