Terdata tiga rumah tergenang. Sedangkan, akses Jalan Laren – Brondong tergenang mulai 5 centimeter (cm) hingga 45 cm. Selain itu, air juga menggenangi Kantor Koramil, Kantor Kecamatan Laren, Mapolsek Laren, SDN Gampangsejati. Serta lahan pertanian seluas 40 hektare (ha) terendam.
‘’Memang benar, banjir di wilayah Desa Gampangsejati terjadi setelah guyuran hujan deras,’’ tutur Camat Laren Teguh kepada Jawa Pos Radar Lamongan.
Dia menjelaskan, wilayah Laren diguyur hujan deras mulai pukul 11.30 WIB dan berlangsung sekitar dua jam. Hal itu membuat Sungai Segundel tidak bisa menampung air dengan intensitas besar. Selanjutnya, air meluber ke jalan dan beberapa permukiman hingga kantor pelayanan.
‘’Tentunya kejadian seperti ini sudah sering terjadi setelah hujan deras, namun air cepat surut,’’ ujar Teguh.
Teguh memperkirakan genangan air terjadi sekitar 1 jam. Teguh mengaku sudah berkoordinasi dengan instansi terkait, guna meminimalisasi hal serupa terjadi ke depannya.
‘’Adanya banjir ini tentunya beberapa factor. Salah satunya minimnya resapan di Hutan Dadapan, kurangnya normalisasi di saluran air Hutan Dadapan dan beberapa bangunan di pinggir hutan,’’ pungkasnya. (mal/ind) Editor : M. Yusuf Purwanto