Kabid Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Lamongan Teguh Ali Syahbudi menjelaskan, bangunan rusunawa mulai ditempati bulan ini. Semula ada 24 penghuni yang mengajukan, tapi beberapa masih belum menempati karena sejumlah alasan.
‘’Kita fokus lantai 1 dan 2 dulu untuk ditempati. Insya Allah bertahap,’’ tutur Teguh, sapaan akrabnya kemarin (23/10).
Bahkan, menurut Teguh, rusunawan ini masih trial. Sehingga penghuni masih digratiskan untuk sewanya. ‘’Tidak ada biaya sewa, karena masih trial untuk pemenuhan penghuni,’’ katanya.
Teguh menuturkan, selama penempatan akan terus dievaluasi kekurangannya. Sebab, bangunan ini sempat difungsikan untuk karantina pekerja migran. Teguh mengaku jika penghuni tidak perlu khawatir karena sudah dilakukan sterilisasi.
Tahun ini dilakukan beberapa pemeliharaan. Seperti perbaruan cat, perbaikan saluran, sekat, dan pembangunan jalan menuju rusunawa. Kemudian beberapa fasilitas diganti untuk kenyamanan penghuni.
‘’Tahun lalu sudah tidak ada pekerja migran, jadi kita lakukan renovasi dan sterilisasi,’’ imbuhnya.
Teguh mengatakan, calon penghuni akan dilakukan sosialisasi melalui dinas terkait. Menurut dia, rusunawa ini dipersiapkan untuk rumah tangga muda. Sehingga, mereka bisa menempati hunian sendiri yang dilengkapi tempat tidur, ruang tamu, dapur, dan kamar mandi di setiap kamarnya.
‘’Rusunawa juga memiliki parkir yang luas,’’ terangnya. (rka/ind) Editor : M. Yusuf Purwanto