Namun, sebagian besar memilih memarkir kendaraannya di pasar ikan dan sekitar kawasan PKL Andanwangi Lamongan. Akibatnya, terminal terlihat sepi.
“Pasar burung ini semakin sepi. Kendaraan yang masuk jumlahnya tidak sebanding dengan yang melakukan mobilisasi di pasar,” ujarnya ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Lamongan.
Menurut dia, dinasnya sedang berusaha mengembalikan fungsi terminal pasar burung sebagai terminal barang yang lebih representatif. Nantinya, kendaraan barang dan mobil angkutan umum bisa kembali aktif di terminal.
Tahun ini, pasar burung mendapatkan alokasi pemeliharaan ruang tunggu dan tempat parkir kendaraan PJU. ‘’Target kita tentu dengan pengelolaan dan prasarana yang baik, bisa menyumbang PAD untuk daerah dari terminal barang,” terangnya.
Heruwidi menuturkan, fungsi terminal tipe C butuh dikembalikan lagi. Tidak hanya terminal barang di Lamongan yang sepi. Juga hampir semua terminal tipe C karena tingkat kebutuhan di masyarakat cenderung menurun.
Dia mencontohkan kendaraan Elf atau angkutan kuning yang sudah sepi peminat karena sebagian memilih menggunakan kendaraan pribadi. Heruwidi berharap besar dari terminal kendaraan barang. Sebab, kebutuhan dari pedagang di pasar ikan masih sangat tinggi.
“Kita berusaha memperbaiki secara sarana prasarana dan pengelolaannya dengan harapan pemilik kendaraan bersedia untuk parkir di area terminal yang sudah disiapkan. Ke depan juga akan diurai kemacetan di sekitar,” tuturnya. (rka/yan) Editor : M. Yusuf Purwanto