Tim yang diketuai Rofiatun Solekha, S.Pd., M.Sc dari biologi itu beranggotakan Putri Ayu Ika Setiyowati, M.Sc. dari biologi dan Mufti Ari Bianto, M.Kom dari prodi Teknik komputer ini bermitra dengan PKK Desa Tanjung. Kegiatannya pengelolaan serai wangi yang fokus untuk pembuatan minyak atsiri terstandar.
‘’Kami menyebutnya serai harum dan ibu harum,’’ terang Rofiatun Solekha.
Dia menjelaskan, kegiatan itu memberikan solusi kemandirian usaha ibu-ibu PKK dengan aktivitasnya menitikberatkan pada kualitas produk yang terstandar dan pemikiran bisnis yang menghasilkan profit. ‘’Sehingga pengolahan serai wangi menjadi minyak atsiri dapat berdaya pada kemandirian usaha dalam hal finansial di Desa Tanjung,’’ harapnya.
Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini secara umum berkontribusi dalam percepatan kemandirian usaha ibu-ibu PKK “serai harum” dan “ibu harum”.
Selain itu, program kemitraan ini bertujuan mengembangkan kreativitas ibu-ibu PKK dalam pengelolaan serai wangi. Mulai dari pemilihan simplisia yang sudah siap dijadikan minyak atsiri, pemetikan simplisia, cara menyuling minyak atsiri dari simplisia agar efek simplisia tidak hilang, hingga cara membuat minyak atsiri serai wangi lebih mudah dan tahan lama.
Program kemitraan ini juga bertujuan supaya ibu- ibu PKK mengetahui manajemen usaha, meliputi cara mengemas minyak atsiri serai wangi kedap udara, cara membuat label untuk menarik konsumen, perhitungan harga layak jual yang mendapatkan laba.
Dari program ini, ibu-ibu PKK mengetahui teknik pemasaran mulai dari cara pengambilan foto dan video produk yang menarik, cara memilih dan membuat aplikasi yang dipakai untuk marketing dan cara pengemasan orderan lewat online.
Rofiatun menjelaskan, permasalahan yang dihadapi warga Desa Tanjung secara garis besar ada tiga. Yakni, pemilahan simplisia yang belum maksimal, manajemen usaha kurang tertata, dan belum menguasai teknik pemasaran di era digital.
Dari tiga permasalahan itu, Rofiatun menguraikan dari pemilihan simplisia yang sudah siap dijadikan minyak atsiri, pemetikan simplisia, cara menyuling minyak atsiri dari simplisia agar efek simplisia tidak hilang, cara membuat minyak atsiri serai wangi lebih mudah dan tahan lama.
Solusi dari permasalahan tersebut yaitu dengan adanya pelatihan pemilahan simplisia siap suling, pelatihan cara pemetikan dan pemilahan simplisia yang akan dipakai sebagai bahan suling minyak atsiri, pelatihan teknik penyulingan minyak atsiri agar aroma citronella tidak hilang dan tahan lama, serta diberikan fasilitas alat penyulingan serai wangi.
Sedangkan untuk manajemen usaha yang belum tertata, meliputi cara mengemas minyak atsiri serai wangi kedap udara, cara membuat label untuk menarik konsumen, perhitungan harga layak jual yang mendapatkan laba belum ada.
Solusi yang diberikan dosen UMLA dalam menyelesaikan permasalahan ini adalah adanya pelatihan pengemasan kedap udara dan fasilitas alat yang digunakan, pendampingan dalam pelatihan pembuatan kemasan berlabel dengan perpaduan warna yang menarik, serta memberikan pelatihan perhitungan BEP harga produksi, jumlah produksi, dan harga jual.
Serta permasalahan terakhir, yaitu belum mengetahui teknik pemasaran mulai dari cara pengambilan foto dan video produk yang menarik, cara memilih dan membuat aplikasi yang dipakai untuk marketing dan cara pengemasan orderan lewat online. Dosen fakultas sains teknologi dan pendidikan ini memberikan solusi dan pendampingan dalam pelatihan pembuatan media iklan, pelatihan pembuatan akun sosial media untuk pemasaran/marketing, serta pelatihan pembuatan pengemasan orderan ramah lingkungan.
Dari hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, Rofiatun berharap adanya peningkatan pengolahan serai wangi oleh ibu PKK Desa Tanjung dengan menghasilkan bermacam produk olahan yang siap jual. ‘’Sehingga dapat meningkatkan pendapatan ibu PKK Desa Tanjung secara mandiri,’’ harapnya. (lam) Editor : M. Yusuf Purwanto