Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Kuatkan Ketahanan Pangan, Lamongan Sediakan 3 Ribu Ha Lahan Sorgum

M. Yusuf Purwanto • Selasa, 23 Agustus 2022 | 16:54 WIB
LUAR BIASA: Panen shorgum oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia Syahrul Yasin Limpo bersama Bupati Lamongan Yuhronur Effendi, Wakil Bupati Lamongan Abdul Rouf di Desa Gondanglor Kecamatan Sugio Lamongan. (DOKUMENTASI PROKOPIMKAB LAMONGAN FOR RDR.LMG)
LUAR BIASA: Panen shorgum oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia Syahrul Yasin Limpo bersama Bupati Lamongan Yuhronur Effendi, Wakil Bupati Lamongan Abdul Rouf di Desa Gondanglor Kecamatan Sugio Lamongan. (DOKUMENTASI PROKOPIMKAB LAMONGAN FOR RDR.LMG)
LAMONGAN, Radar Lamongan - Sebagai lumbung pangan nasional, Kabupaten Lamongan memperkuat pertahanan persediaan pangan dengan menyediakan lahan seluas 3000 hektare (ha). Penyediaan lahan tersebut juga karena penunjang tumbuhnya PDRB dari sektor pertanian di Lamongan sebesar 33 persen. Lahan yang disediakan  tersebut tersebar di lima kecamatan di Kabupaten Lamongan, yang diperuntukkan penanaman sorgum. Meliputi Kecamatan Babat dengan 1000 ha, Kecamatan Sugio seluas 500 ha, Kecamatan Pucuk dengan 500 ha, Kecamatan Kedungpring dengan 500 ha, dan Kecamatan Sukodadi dengan 500 ha.

 

‘’Sebagai lumbung pangan nasional dan ditengah ancaman krisis pangan, Lamongan menyediaan lahan  tambahan untuk pertanian sorgum dengan tujuan menumbuhkan spirit para petani untuk lebih giat dan tentunya untuk membuka sorgum di pemasaran,’’ tutur Bupati Lamongan Yuhronur saat menyambut kunjungan kerja dari Menteri Pertanian Republik Indonesia untuk melakukan panen sorgum di Desa Gondanglor Kecamatan Sugio Lamongan kemarin (22/8).

 

Sorgum yang unggul dalam kandungan gizi, merupakan jenis pangan nomor lima setelah padi, jagung, gandum, dan jelai. Selain itu, budidaya sorgum lebih mudah jika dibandingkan budidaya tanaman pangan lainnya. Sebab, sorgum tidak membutuhkan banyak air dan hanya membutuhkan 50 persen pemupukan.

 

Tidak hanya itu, sorgum telah dikreasikan menjadi tepung, kecap, aren, gula, mi  instan, roti tawar, dan beragam produk oleh pelaku UMKM di Lamongan. Hal tersebut yang menjadikan Lamongan tertarik dengan tanaman sorgum.

 

‘’Program prioritas kita sebagai lumbung pangan harus tetap terealisasikan. Salah satunya dengan tanaman sorgum,’’ ungkap Bupati Yes, sapaan akrab Yuhronur Efendi.

 

Langkah pengembangan tanaman sorgum ini akan mendapat pendampingan dan fasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Lamongan. Pemkab Lamongan sudah menyusun road map mulai dari pembibitan hingga pemasaran sorgum itu sendiri.

 

‘’Kami sudah menyusun road map untuk sorgum ini. Karena ini adalah produk unggulan  mulai dari lahan lalu pembiayaan dari swadaya APBN terus dibudidaya, dan pemasaran melalui UMKM BUMD di Lamongan,’’ terang Bupati Yes.

 

Secara rinci Bupati Yes memaparkan hasil panen sorgum tahun ini, yakni penanaman sorgum di Lamongan tercatat 200 ha yang terbagi di 2 Kecamatan. Yakni Kecamatan Sugio 10 ha dan Kecamatan Babat 190 ha dengan produksi sorgum sebesar 900 ton senilai Rp 3,6 milyar.

 

Merupakan tanaman asli Indonesia, sorgum rupanya sudah pernah dimanfaatkam oleh nenek moyang terdahulu. Menteri Pertanian Republik Indonesia Syahrul Yasin Limpo mengajak para petani sorgum untuk mendobrak eksistensi sorgum dengan segala keunggulannya.

 

‘’Sorgum ini tanaman asli Indonesia. Sorgum sudah mulai dilupakan oleh kita, karena kita terobsesi dengan gandum. Maka dari itu mulai sekarang, ayo budidaya sorgum yang banyak, dimulai di Lamongan ini karena Pak Bupati sudah menyiapkan 3000 ha lahan,’’ tutur Syahrul Yasin Limpo.

 

Manfaat luar biasa yang dimiliki sorgum ini bisa dilihat dari pemanfaatan seluruh tanaman. Mulai dari akar, batang, biji, hingga daun. Hal itu yang menjadikan Syahrul berambisi dan menaruh harapan besar pada sorgum untuk bisa diperkenalkan ke kancah internasional.

 

‘’Sorgum ini luar biasa. Dari akarnya bisa dijadikan obat lancarkan peredaran darah, batangnya jadi gula, biji jadi pangan, daun jadi pakan ternak, semua bermanfaat dan mengandung nilai ekonomi. Jadi kita yang harus pintar-pintar mengkreasikan. Kalau bisa harus diperkenalkan hingga ke negara lain,’’ tegas Syahrul.

 

Berkomitmen memaksimalkan potensi pertanian, setelah melakukan panen raya sorgum. Bupati Lamongan dan juga Menteri Pertanian RI mengikuti tradisi "Miwiti" untuk penanda panen padi seluas 250 ha di Desa Kebalanpelang, Kecamatan Babat Lamongan dan melakukan panen langsung menggunakan kecanggilan teknologi combine. (*) Editor : M. Yusuf Purwanto
#bupati yes #Ketahanan Pangan #bupati lamongan #dinas ketahanan pangan dan pertanian #lamongan