Dia sejak 2002 memelihara merpati. ‘’Menyukai merpati balap karena jika terbang memiliki seni dan saya itu suka cara terbangnya,’’ imbuhnya.
Menurut Hasyim, paling susah melatih mental merpati. Dia menyarankan tidak terburu – buru memasangkan merpati. ‘’Setidaknya umur satu tahun bisa dipasangkan,’’ katanya.
Merpati yang sudah tua bisa dijadikan indukan. ‘’Saya biasanya beli yang siap lomba. Kalau sudah tua, buat indukan. Ketika indukan betina bagus, jantannya juga harus bagus. Tapi paling utama faktor betina karena sebagian besar menurun dari betina,’’ katanya.
Merpati balap tak hanya diberi makan jagung, beras merah, dan kacang ijo. Hasyim sering menambah cangkang kerang yang dilembutkan untuk menguatkan cangkang telur dan menambah asupan kalsium. ‘’Biasanya saya beri jamu herbal atau pil,’’ tuturnya.
Dia melatih merpatinya saat berumur 4 - 5 bulan. Latihannya sejarak satu kilometer dengan melawan arah angin. ‘’Insting burung itu melawan angin,’’ ujarnya.
Tempat latihannya, di Desa Sugihwaras, Kecamatan Deket, yang dekat dengan persawahan. ‘’Saya pakai HT ini untuk mengaba-aba, ketika burung dilepas,’’ ujar Irfan sambil mengepakkan burung betinanya. (sip/yan) Editor : M. Yusuf Purwanto