Ternak itu menyebar di 23 kecamatan. Sementara kambing terdata sebelas ekor dan menyebar di enam kecamatan.
Kepala Disnakkan Lamongan, Wahyudi, menjelaskan, mobilisasi ternak cukup tinggi pasca hari raya idul adha. Secara temuan, lebih terkendali pada H+7 idul adha. Ternak yang menunjukkan gejala, langsung dikarantina.
Sedangkan ternak sehat diberi vaksinasi untuk meminimalisasi risiko penularan. “Kalau kasus masih cukup tinggi tapi temuan barunya yang mulai turun, biasanya satu hari 15 kasus, sekarang 9 kasus,” jelasnya.
Hingga sekarang, lanjut dia, angka kesembuhan ternak terbilang masih rendah. Baru 695 ternak dinyatakan sembuh dan angka kematian ternak yang terindikasi PMK 25 kasus. “Kalau obat kita berusaha bantu meski belum maksimal,” katanya. (rka/yan) Editor : M. Yusuf Purwanto