‘’Alhamdulillah, saya sempatkan mengecek sapi-sapi yang akan dipotong. Ternyata semangat masyarakat dalam berkurban juga tinggi, sehingga kita bisa belajar dari keteladanan Nabi Ibahim dan Ismail,’’ terangnya.
Idul Adha kali ini bersamaan dengan adanya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Namun dipastikan hewan-hewan berkuku belah seperti sapi dan kambing yang dijadikan kurban, adalah hewan yang telah memenuhi syarat sehat dan aman dikonsumsi. Selain itu, virus penyebab PMK ini tidak bersifat zoonosis alias tidak menular pada manusia.
‘’Jangan khawatir kalau menerima hewan kurban, Insya Allah aman. Pemkab Lamongan telah menyiapkan berbagai ikhtiar untuk menjamin keamanan hewan yang dikurbankan. Sesuai syariat agama, hewan yang dikurbankan haruslah sesuai syarat yang sehat,’’ ujar Pak Bro.
Untuk memastikan keamanan konsumsi hewan kurban, Pemkab Lamongan sebelumnya telah menyiapkan pos-pos check point di setiap kecamatan. Selain itu, panitia Idul Adha Lamongan juga diwajibkan mengajukan lokasi pemotongan hewan kurban. Serta hewan kurban yang akan disembelih juga harus memiliki SKKH (Surat Keterangan Kesehatan Hewan) atau surat veteriner.
Wakil Bupati dan jajaran Forkopimda mengikuti Salat Ied di Masjid Agung Lamongan. Khatib Idul Adha KH. Achsan Ghozali menyampaikan, Idul Adha adalah momentum untuk meneladani kisah Nabi Ibrahim AS, yang merupakan teladan baik dalam menghadapi musibah disamping Nabi Muhammad SAW.
Beliau juga mengajak untuk terus bersyukur kepada Allah atas nikmat yang diberikan. Utamanya nikmat kondisi Covid-19 yang semakin membaik. ‘’Kita harus selalu bersyukur, karena Allah memberikan kesempatan untuk beribadah dengan normal dan lancar,’’ ujarnya. (rka) Editor : M. Yusuf Purwanto