Sementara di level madrasah, dari 1.570 lembaga, maka 1.490 lembaga berhasil update di sistem tersebut.
Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kantor Kemenag Lamongan, Yitno Utomo, menuturkan, kendala belum beresnya pendataan itu karena sumber daya manusia (SDM) di lingkungan lembaga setempat sangat minim.
‘’Adakalanya rangkap jabatan antara sebagai kepala lembaga dan operator,’’ katanya.
Selain itu, tidak ada tunjangan khusus dari input data. Mereka bekerja berdasarkan keikhlasan dan pengabdian.
‘’EMIS menyajikan data lengkap dari guru, siswa, wali murid, dan lembaga pendidikan,’’ ucapnya.
Dia menambahkan, update rutin EMIS dilakukan rutin per semester. ‘’Biasanya Februari sampai Maret. Kemudian semester depan dimulai lagi kembali Agustus dan ditutup Desember,’’ jelasnya.
Menurut Yitno, EMIS sebagai dasar dari perencanaan dan pencairan bantuan. ‘’Agar lembaga teradministrasi sebagai pertimbangan pemerintah untuk mengambil kebijakan,’’ tuturnya. (sip/yan) Editor : Khorij Zaenal Asrori