Awalnya, Arif Saprudin lebih condong merawat love bird. Pada Tahun 2010, dirinya menukarkan burung kesayangannya dengan burung cucak hijau milik rekannya. Terhitung sudah sekitar 12 tahun ini dirinya fokus merawat burung cucak hijau. Merawat burung cucak hijau tergolong cukup sulit. Terutama ketika hendak mengikuti lomba, maka perawatan lebih ekstra harus dilakukan.
‘’Perlombaan burung cucak hijau lebih dikenal dengan istilah jambul ngetrok (jamtrok). Yakni bulu diatas kepala atau jambul berdiri dan kaki ngetrok-ngetrok, penilaiannya sangat tinggi,’’ imbuhnya.
Arif Saprudin menjelaskan, saat pagi hari burung dalam sangkar di taruh di luar agar terkena embun pagi. Setelah matahari terbit, burung diberikan tempat yang ada airnya untuk mandi. Jika tidak sedang disiapkan lomba, dia hanya memberikan makan jangkrik dua ekor, pepaya atau buah pisang.
Namun, ketika persiapan loma maka asupan dijaga. Yakni siang hari diberikan makanan 4 ekor jangkrik dan 3 ekor ulat Hongkong. Itu untuk menjaga birahi burung agar kicauannya tetap terjaga. Setelah lomba, burung cucak hijau diberi santapan pepaya dan pisang untuk menurunkan emosi burung dan stamina tetap terjaga.
‘’Dalam perlombaan, dalam satu arena paling banyak pernah mendapatkan juara hingga tujuh nomor,’’ ujarnya.
Meski begitu, Istrinya sangat mendukung hobinya merawat burung cucak hijau. Ketika dia sedang bekerja, Istrinya yang bertugas merawat burung cucak hijau kesayangannya.
‘’Istri juga meminta membelikan burung murai batu dengan ekor panjang, hehehe....,’’ celetuk Arif Saprudin. (mal/ind) Editor : M. Yusuf Purwanto