Wakil Ketua Komisi D DPRD Lamongan, Sanditia Devis Saputra, mengatakan, komisinya menemukan alat USG milik dokter pribadi. ‘’Dokter kandungan membawa alat sendiri karena puskesmas belum ada. Dari dinkes sudah bilang, kalau tahun ini ada alat USG untuk Puskesmas Dradah,” tuturnya.
Rencananya, Puskesmas Dradah mendapatkan anggaran Rp 1,5 miliar untuk pembangunan gedung dan penambahan fasilitas.
Versi Devis, capaian vaksin di wilayah Dradah masih kurang. Vaksin dosis 1 belum ada 70 persen, dosis 2 sekitar 40 persen, dan dosis 3 hanya 27 persen.
‘’Meskipun pandemi sudah berakhir, tapi harus tetap vaksin semua untuk menjamin kesehatan bersama,” tuturnya setelah melakukan kunjungan ke puskesmas tersebut kemarin (15/6).
‘’Kami berharap pelayanan semakin bagus, kemudian capaian vaksinnya bisa bertambah,” imbuhnya.
Berita ini masih membutuhkan konfirmasi dari pihak Dinkes Lamongan. (sip/yan) Editor : M. Yusuf Purwanto