Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyaksikan langsung penampilan penari yang terlihat lincah dan bersemangat tersebut. Menurut dia, tari boran ini merupakan tarian asli Lamongan. Yakni kaya akan nilai seni, budaya, dan filosofi di dalamnya.
Tari boran ini terinspirasi dari penjual nasi boran (makanan khas Lamongan). Makanan ini biasa dijajakan dengan menggunakan wadah bakul yang terbuat dari anyaman bambu dan cara membawanya diletakkan di atas kepala. Penjualnya didominasi perempuan, sehingga ada sisi humanis dan perjuangan seorang ibu dalam membantu mencari rezeki.
‘’Kita berusaha menyampaikan pesan-pesan yang menginspirasi dalam sebuah tarian merakyat, dan kemarin juga banyak diikuti oleh peserta yang hadir,” ujarnya.
Bupati mengatakan, tari boran ini sering menjadi hiburan ketika acara-acara formal di lingkungan Pemkab Lamongan. ‘’Tariannya dilakukan secara berkelompok dengan gerakan sederhana tapi penuh makna,’’ terang Bupati Yes, sapaan akrabnya. (rka/ind) Editor : M. Yusuf Purwanto