Selain itu, Laskar Joko Tingkir juga menggaet sejumlah eks penggawa tim Liga 3 Lamongan FC. Diantaranya Rizki Sena, Nuzlal Afifi, Risqki Putro Utomo, dan Ghunal.
Sehingga, kemungkinan besar Persela musim depan banyak bergantung pada pemain yang minim jam terbang. Sebab, pemain yang kini direkrut, rerata hanya sebagai pelapis di klub lamanya.
Head Coach Persela Lamongan Fakhri Husaini mengaku sempat bingung dalam melakukan seleksi internal. Sebab, diakuinya, pemain minim persiapan dan kemungkinan karena lama vakum latihan selama pandemi.
‘’Minimal magang dulu supaya pemain lebih banyak beradaptasi dengan pertandingan di lga 2,” ujarnya.
Pelatih Lamongan FC Mahfud mengatakan, pembinaan kelompok usia memang dibutuhkan untuk memfasilitasi calon atlet lokal. Namun, minimnya kompetisi selama pandemi, membuat kemampuan atlet kurang terfasilitasi dengan baik. Sehingga, dia berharap, kompetisi internal bisa segera digulirkan.
‘’Sebenarnya kita berusaha terus melakukan pembinaan. Semoga bisa segera dimulai,” ucapnya.
Apalagi, lanjut dia, Lamongan FC ini merupakan tim Liga 3 yang ada di Lamongan. Salah satu harapannya bisa mencetak bibit pemain profesional asli Lamongan.
‘’Dengan adanya pemain yang promosi ke senior, saya berharap bisa dimanfaatkan untuk mengasah skill dan meningkatkan mental,’’ katanya. (rka/ind) Editor : M. Yusuf Purwanto