Salah satu pedagang Pasar Sidomulyo, Lamongan, Puji, mengatakan, kenaikan harga itu berasal dari pabrik.
“Sampai kemarin penjualan masih sama, sempat ada kenaikan awal puasa sekarang belum,” ujarnya ketika ditemui Jawa Pos Radar Lamongan.
Puji mengatakan, pedagang membeli harga ayam hidup dari pabrik dengan harga tinggi. Pedagang harus mengeluarkan biaya produksi agar ayam siap dijual dalam bentuk daging.
Menurut dia, baru mendekati lebaran tahun ini harga ayam pedaging tembus Rp 44 ribu per kg. Tahun sebelumnya, maksimal Rp 38 ribu per kg.
Penjual lainnya, Khusnul, mengatakan, karena ada kenaikan harga ayam, pedagang tidak berani stok barang banyak. “Biasanya stok ayam hidup banyak untuk antisipasi membludaknya permintaan, sekarang tidak berani karena dari pabrik juga dijatah,” terangnya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lamongan, M Zamroni, mengatakan, kenaikan harga ayam jelang lebaran terjadi hampir setiap tahun. “Kita kroscek lagi untuk kenaikannya disebabkan oleh apa,” ujarnya. (rka/yan) Editor : M. Yusuf Purwanto