Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Upah Buruh Tani di Lamongan Naik

M. Yusuf Purwanto • Rabu, 6 April 2022 | 17:42 WIB
DIJUAL KE LUAR KOTA: Petani tebu di Blora sedang panen, namun memilih dijual ke luar kota, meskipun di Kecamatan Todanan berdiri PT GMM. (Lukman Hakim/RDR.BLORA)
DIJUAL KE LUAR KOTA: Petani tebu di Blora sedang panen, namun memilih dijual ke luar kota, meskipun di Kecamatan Todanan berdiri PT GMM. (Lukman Hakim/RDR.BLORA)
LAMONGAN, Radar Lamongan - Minat petani untuk tanam tebu masih rendah. Sebab, upah buruh tani naik. Ketua Asosiasi Petani Tebu Lamongan, Kacung Purwanto, mengatakan, upah buruh untuk situasi normal sekitar Rp 75 ribu.

 

Jika waktunya bersamaan dengan musim tanam lain, maka upahnya naik menjadi Rp 100 ribu per orang.

 

Sebelumnya, upahnya di bawah nilai tersebut. Perhitungan upah itu menjadi salah satu alasan petani tebu lebih memilih tanam palawija.

 

“Kalau lahannya sewa kemungkinan petani akan rugi karena biaya operasional sudah tinggi sementara harga disesuaikan dengan rendemen,” ujarnya.

 

Menurut dia, kebutuhan tebu juga tinggi. Namun, petani memilih tanam palawija karena bisa panen tiga kali dan mendapatkan untung lebih besar.

 

“Keuntungannya masih kecil karena tebu ini ada harga ketetapan pabrik sesuai rendemen sehingga gairah petani menurun,” jelasnya.

 

Menurut Kacung, harga tebu disesuaikan kualitas rendemen. Misalnya, rendemen terendah tahun lalu dibanderol Rp 65 ribu per kuintal. Sementara rendemen tinggi harganya bisa Rp 75 ribu per kuintal.

 

Penetapan harga tebu berbeda dengan padi atau palawija yang menyesuaikan jumlah stok.

 

Terkait harga sewa lahan, menurut Kacung, tetap Rp 10 juta per hektare setiap tahunnya.

 

Kasi Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pemkab Lamongan,  Suryo Putro, mengatakan, luas tanam tebu sulit naik. Pihaknya berharap petani yang masih tanam bisa mendapatkan hasil baik supaya produksi tebu tetap stabil.

 

Petani yang bertahan saat ini, lanjut dia, sebagian besar mitra pabrik. Terkait upah buruh yang naik, Suryo menduga dipicu karena harga bahan pokok yang mengalami pergerakan kenaikan.

 

“Tentu buruh juga mempertimbangkan harga kebutuhan pokok dan waktu mereka, sehingga minta dinaikkan,” ujarnya. (rka/yan) Editor : M. Yusuf Purwanto
#bupati yes #buruh tani #bupati lamongan #lamongan #tebu