Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Memicu Kerusakan Jalan Kabupaten Lamongan

M. Yusuf Purwanto • Jumat, 1 April 2022 | 21:43 WIB
DILEBARKAN 1,5 METER: Pelebaran jalan berlangsung di Jalan Bojonegoro-Padangan, persisnya Desa Ngraho, Gayam. (M.NURCHOLIS/RDR.BJN)
DILEBARKAN 1,5 METER: Pelebaran jalan berlangsung di Jalan Bojonegoro-Padangan, persisnya Desa Ngraho, Gayam. (M.NURCHOLIS/RDR.BJN)
LAMONGAN, Radar Lamongan - Sejak Jembatan Ngaglik 1 di jalan nasional ambles Selasa (29/3), membuat pengendara memilih jalur alternatif. Terlihat sejumlah kendaraan besar melintas di ruas jalan kabupaten. Bahkan terlihat truk besar nekad melintas jalur protokol di pusat Kota Soto. Padahal ruas jalan tersebut tak mampu menahan beban kendaraan bertonase besar tersebut.

 

Imbasnya beberapa titik jalan kabupaten mengalami ambles. Pantauan wartawan koran ini, jalan di Desa Balungtawun, Kecamatan Sukodadi ambles. Selain itu, kerusakan semakin parah terlihat di jalan Desa Menongo, Sukodadi.

 

KBO Lantatas Polres Lamongan Iptu Asik menjelaskan, selama tiga hari ini pengalihan arus, terdapat tiga truk mengalami ambles. Selain di ruas jalan Desa Menongo dan Balungtawun, Jalan Soko Karangbinangun juga mengalami ambles.

 

‘’Saya harap truk yang bermuatan besar agar melalui Jalan Deandles atau jalan provinsi atau jalan kabupaten lainnya,’’ pinta Asik.

 

Sementara itu, Kepala Dinas PU Bina Marga Sujarwo memantau setelah jembatan jalan nasional ambles membuat jalan kabupaten terdampak akibat pengalihan arus. Dia menjelaskan, jalan kabupaten sebagai alternatif masih berstatus kelas III. Meliputi Jalan Sugio – Kedungpring ke arah Kecamatan Mantup. Serta beberapa ruas jalan kabupaten lain yang menjadi alternatif.

 

‘’Jalan kabupaten sekarang ini masih proses perbaikan. Tapi sekarang ada kendaraan besar yang masuk, sehingga tambah parah,’’ terang Jarwo, sapaan akrabnya.

 

Dia berharap kesadaran dari sopir kendaraan tonase besar ditingkatkan, agar melintas di Jalan Deandles dan jalan provinsi atau kabupaten lainnya. Sedangkan, lanjut dia, dari arah Surabaya atau Gresik bisa melalui jalur selatan. Sehingga tidak masuk ke jalan kabupaten. Jika dibiarkan maka menyebabkan jalan kabupaten bergelombang dan rusak.

 

‘’Kalau melintas di sini, tentunya jalannya sangat berbeda kelasnya,’’ imbuhnya.

 

Selain itu, banyak bus dan truk yang melintas di pertigaan Jalan Plembon menuju ke Unisda Sukodadi. Padahal, menurut dia, sejumlah titik di jalan tersebut sudah mengalami kerusakan. Selain itu, jalan yang sempit memicu kemacetan arus lalu lintas (lalin).

 

‘’Ditambah lagi, jembatan sekarang ini sebagian mengalami kerusakan,’’ bebernya. (mal/ind) Editor : M. Yusuf Purwanto
#bupati yes #jembatan #bupati lamongan #lamongan