‘’Pelaku sudah diamankan. Kini masih dilakukan pemeriksaan oleh anggota. Besok (hari ini, Red) kita rilis, jadi belum bisa memberikan detail,’’ tutur Kasatreskrim Polres Lamongan AKP Yoan Septi Hendri kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (28/3).
Dalam hasil penyelidikan, aksi penipuan tersebut terekam CCTV. Terlihat dua orang yang melakukan penipuan terhadap korban, yang saat kejadian membawa motor dan jeriken. Itu dilakukan untuk mengelabuhi korban, agar tidak diketahui di dalam jeriken berisi air. Petugas kepolisian masih memburu satu pelaku lainnya.
‘’Doakan agar semua tertangkap. Jangan sampai adanya korban lain,’’ terang Yoan.
Migor yang langka bulan lalu, sempat membuat masyarakat kelimpungan. Terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) seperti Siti Fatimah yang harus berjibaku mendapatkan migor. Kebutuhan yang mendesak, membuat warga kurang waspada.
‘’Kami minta agar warga tetap berhati-hati,’’ imbau Yoan.
Seperti pernah diberitakan, Siti Fatimah pertama kali didatangi dua orang tidak dikenal pada Selasa (8/3), yang menawarkan migor curah seharga Rp 14.600 per kilogram (kg). Korban tergiur dengan tawaran tersebut.
Korban akhirnya menyepakati harga tersebut dan bertransaksi di Pasar Agrobis Babat. Selanjutnya, pelaku menyerahkan migor curah sebanyak 4 jeriken. Satu jeriken berisi 30 liter. Selanjutnya korban membawa jeriken tersebut pulang.
Kasus penipuan tersebut terkuak, setelah korban hendak menggoreng tahu. Alangkah kegetnya ketika mendapati isi jeriken tersebut hanya air. Atas kejadian tersebut, korban mengalami kerugian Rp 1,7 juta.
‘’Empat jeriken itu hanya berisi air bersih, tak sesuai apa yang dibeli korban,’’ imbuhnya. (mal/ind) Editor : M. Yusuf Purwanto