RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Salt bread menjadi salah satu jenis roti yang menarik perhatian pencinta kuliner. Roti yang dikenal dengan nama shio pan ini berasal dari Jepang dan memiliki ciri khas berupa perpaduan tekstur renyah di bagian luar, lembut di bagian dalam, serta rasa gurih dari mentega dan taburan garam.
Popularitas salt bread semakin meningkat karena rasanya yang sederhana, tetapi mampu memberikan sensasi berbeda saat disantap. Bentuknya yang menyerupai bulan sabit, aroma mentega yang menggugah selera, serta bagian bawah yang cenderung renyah membuat roti ini cocok dijadikan menu sarapan maupun camilan.
Kabar baiknya, salt bread bisa dibuat sendiri di rumah menggunakan bahan-bahan yang relatif mudah ditemukan. Proses pembuatannya memang membutuhkan ketelatenan, terutama saat menguleni adonan dan membentuk roti. Namun, dengan mengikuti langkah yang tepat, salt bread rumahan dapat memiliki tekstur yang lembut dan rasa gurih yang nikmat.
Bahan-Bahan Membuat Salt Bread
Sebelum mulai membuat salt bread, siapkan bahan-bahan berikut.
Bahan adonan:
-
250 gram tepung terigu protein tinggi
-
30 gram gula pasir
-
4 gram ragi instan
-
4 gram garam
-
150 ml susu cair dingin
-
25 gram mentega tawar
-
1 butir telur kecil, opsional, untuk membantu mengoles permukaan roti
Bahan isian dan pelengkap:
-
50–70 gram mentega tawar dingin, potong menjadi 8 bagian
-
Garam laut atau garam kasar secukupnya
-
Sedikit mentega cair untuk olesan setelah dipanggang, opsional
Baca Juga: Salt Bread, Roti Gurih yang Mencuri Perhatian Pencinta Kuliner
Cara Membuat Salt Bread
1. Campurkan bahan adonan
Masukkan tepung terigu, gula pasir, dan ragi instan ke dalam wadah. Tambahkan susu cair secara bertahap, kemudian aduk hingga seluruh bahan tercampur. Masukkan garam setelah bahan mulai menyatu.
2. Uleni hingga kalis
Uleni adonan sampai mulai elastis, kemudian tambahkan mentega tawar. Lanjutkan menguleni hingga adonan menjadi lembut, elastis, dan tidak mudah robek saat ditarik perlahan. Proses ini dapat dilakukan dengan tangan maupun menggunakan mixer adonan roti.
3. Diamkan adonan
Bulatkan adonan dan letakkan dalam wadah yang telah diolesi sedikit minyak. Tutup menggunakan kain bersih atau plastik penutup, lalu diamkan sekitar 60–90 menit hingga volumenya kurang lebih dua kali lipat. Waktu fermentasi dapat berbeda tergantung suhu ruangan.
4. Bagi dan bentuk adonan
Kempiskan adonan secara perlahan untuk mengeluarkan sebagian gas. Bagi menjadi delapan bagian dengan berat relatif sama, kemudian bulatkan. Diamkan kembali selama 10–15 menit agar adonan lebih mudah dibentuk.
Setelah itu, bentuk setiap bagian menjadi segitiga memanjang seperti tetesan air. Pipihkan menggunakan rolling pin, letakkan satu potong mentega dingin pada bagian yang lebar, lalu gulung menuju ujung yang runcing hingga membentuk bulan sabit. Pastikan ujung gulungan berada di bagian bawah agar tidak mudah terbuka saat dipanggang.
Baca Juga: Resep Corndog Rumahan yang Renyah dan Gurih, Cocok Jadi Camilan Keluarga
5. Lakukan fermentasi akhir
Susun adonan di atas loyang yang sudah dilapisi kertas roti. Tutup dan diamkan sekitar 30–45 menit hingga adonan mengembang dan terlihat lebih ringan.
6. Panggang hingga matang
Panaskan oven pada suhu 190–200 derajat Celsius. Jika ingin, olesi permukaan roti dengan sedikit telur kocok, kemudian taburkan sedikit garam kasar.
Panggang selama kurang lebih 15–20 menit atau hingga permukaan roti berwarna keemasan. Sesuaikan suhu dan waktu dengan karakter oven masing-masing. Mentega yang meleleh selama pemanggangan akan membantu membentuk bagian bawah roti yang gurih dan renyah.
7. Sajikan selagi hangat
Setelah matang, keluarkan salt bread dari oven dan biarkan selama beberapa menit sebelum disajikan. Untuk aroma yang lebih kuat, permukaan roti dapat diolesi sedikit mentega cair setelah matang.
Salt bread paling nikmat disantap saat masih hangat, ketika bagian luarnya terasa renyah dan bagian dalamnya tetap lembut.
Tips agar Salt Bread Berhasil dan Tidak Gagal
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar salt bread buatan rumah memiliki tekstur dan rasa yang maksimal.
-
Gunakan tepung protein tinggi. Tepung ini membantu membentuk jaringan gluten yang mendukung elastisitas adonan.
-
Pilih mentega berkualitas. Mentega memberikan aroma khas sekaligus rasa gurih yang menjadi daya tarik utama salt bread.
-
Jangan berlebihan saat memberi garam. Adonan sudah mengandung garam, sehingga taburan di bagian atas sebaiknya digunakan secukupnya.
-
Perhatikan proses fermentasi. Adonan yang belum cukup mengembang dapat menghasilkan roti yang padat, sedangkan fermentasi berlebihan bisa membuat struktur roti melemah.
-
Pastikan oven sudah panas. Suhu oven yang sesuai membantu roti mengembang dan menghasilkan warna kecokelatan yang menarik.
Salt Bread Cocok untuk Camilan dan Ide Jualan
Selain mudah dikreasikan, salt bread juga berpotensi menjadi pilihan menu usaha rumahan. Roti ini dapat dijual dalam bentuk original maupun dikembangkan dengan berbagai variasi isian, seperti keju, bawang putih, atau mentega berbumbu.
Untuk menjaga kualitas, gunakan bahan yang terukur dan pertahankan konsistensi ukuran adonan. Perhitungan biaya bahan, kemasan, energi, dan tenaga juga perlu dilakukan sebelum menentukan harga jual.
Meski memiliki rasa gurih yang nikmat, konsumsi salt bread tetap sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan harian. Roti ini mengandung karbohidrat dari tepung, sedangkan mentega menambah kandungan lemak dan energi. Penggunaan garam juga perlu diperhatikan, terutama bagi orang yang harus membatasi asupan natrium.
Dengan bahan sederhana dan langkah pembuatan yang tepat, salt bread bisa menjadi pilihan roti rumahan yang lezat. Perpaduan aroma mentega, taburan garam, bagian luar yang renyah, dan bagian dalam yang lembut membuat roti ini layak dicoba, baik untuk dinikmati bersama keluarga maupun sebagai inspirasi usaha kuliner. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko