5 Kuliner Nusantara yang Kembali Populer di Era Media Sosial

Andhika Feriawan • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 15:20 WIB
Serabi salah satu makanan tradisional yang sedang populer lagi. (PINTEREST/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)
Serabi salah satu makanan tradisional yang sedang populer lagi. (PINTEREST/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Perkembangan media sosial tidak hanya mengubah cara masyarakat berkomunikasi, tetapi juga ikut menghidupkan kembali berbagai kuliner tradisional Nusantara. Makanan yang sebelumnya hanya dikenal di daerah tertentu kini dapat dikenal lebih luas setelah tampil di berbagai platform digital.

Menurut pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro, sejumlah kuliner tradisional kembali mendapatkan perhatian masyarakat. Foto dan video yang menarik, cerita mengenai asal-usul makanan, hingga konten ulasan kuliner membuat makanan khas daerah semakin mudah ditemukan oleh generasi muda.

Berikut lima kuliner Nusantara yang kembali populer di era media sosial:

1. Nasi Liwet

Nasi liwet menjadi salah satu kuliner tradisional yang kembali banyak diperbincangkan. Aroma nasi gurih yang dimasak dengan santan dan rempah, kemudian disajikan bersama lauk serta sambal, membuat makanan ini menarik untuk diabadikan dalam foto maupun video.

Tidak sedikit pelaku usaha kuliner yang mengemas nasi liwet dengan konsep kekinian tanpa menghilangkan cita rasa tradisionalnya.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Tempat Kuliner Malam di Lamongan, Cocok untuk Berburu Makanan Lezat

2. Seblak

Seblak identik dengan cita rasa pedas dan penggunaan kerupuk yang direbus hingga memiliki tekstur kenyal. Kuliner yang populer dari Jawa Barat ini semakin dikenal luas setelah banyak muncul dalam konten kuliner di media sosial.

Variasi topping seperti bakso, sosis, ceker, telur, hingga seafood membuat seblak mudah beradaptasi dengan selera konsumen.

3. Pecel

Pecel merupakan salah satu kuliner khas Jawa yang memiliki cita rasa kuat dari sambal kacang. Sayuran rebus yang disiram sambal pecel menjadikan makanan ini sederhana, tetapi tetap memiliki daya tarik tersendiri.

Media sosial turut membantu memperkenalkan berbagai versi pecel dari sejumlah daerah. Setiap daerah bahkan memiliki karakter sambal dan pilihan lauk yang berbeda.

4. Klepon

Klepon menjadi contoh jajanan tradisional yang kembali mendapat perhatian. Bentuknya yang kecil dengan warna hijau dan taburan kelapa parut membuat makanan ini memiliki tampilan menarik untuk konten media sosial.

Sensasi gula merah cair yang meleleh ketika klepon digigit juga menjadi salah satu daya tarik yang membuat jajanan tradisional ini mudah menjadi bahan konten.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Mie Ayam Enak di Bojonegoro, Wajib Dicoba Pecinta Kuliner!

5. Serabi

Serabi merupakan jajanan tradisional yang telah lama dikenal masyarakat di berbagai daerah. Kini, makanan tersebut kembali mendapatkan ruang di tengah tren kuliner modern.

Berbagai inovasi rasa dan topping membuat serabi dapat menjangkau konsumen yang lebih muda. Meski dikemas dengan tampilan modern, karakter dasar serabi sebagai jajanan tradisional tetap dipertahankan.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa media sosial dapat menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan kembali kekayaan kuliner Nusantara.

Popularitas makanan tradisional juga tidak selalu harus bergantung pada inovasi besar. Cerita mengenai asal-usul makanan, proses pembuatan, keunikan bahan, hingga cara penyajiannya dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.

Di tengah banyaknya makanan modern yang bermunculan, kuliner tradisional justru memiliki nilai lebih karena membawa identitas budaya dan cerita dari daerah asalnya.

Karena itu, media sosial bukan hanya menjadi tempat mencari tren makanan baru, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk menghidupkan kembali kuliner Nusantara yang sempat kurang mendapat perhatian. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
nasi liwet kuliner tradisional serabi Makanan