Satu Dubai Matcha Chewy Cookie Setara Enam Sendok Gula, Berbahaya bagi Tubuh?

Andhika Feriawan • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 17:30 WIB
Satu keping Dubai Matcha Chewy Cookie setara 6 sendok gula.(AI/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)
Satu keping Dubai Matcha Chewy Cookie setara 6 sendok gula.(AI/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Tren Dubai Matcha Chewy Cookie tengah menarik perhatian pencinta kuliner. Namun, di balik teksturnya yang kenyal dan cita rasa matcha yang khas, kandungan gula dalam satu buah kue ini perlu diperhatikan. Jika benar mengandung gula setara enam sendok teh, jumlah tersebut sudah mendekati batas asupan gula harian yang dianjurkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Lantas, apakah mengonsumsi satu buah kue ini berbahaya bagi tubuh?

Mengenal Dubai Matcha Chewy Cookie

Dubai Matcha Chewy Cookie merupakan salah satu variasi camilan manis yang memadukan rasa matcha dengan tekstur kenyal. Produk dengan konsep ini dapat menggunakan berbagai bahan, seperti gula, tepung, mentega, cokelat putih, pasta matcha, hingga isian krim atau kacang, bergantung pada resep dan produsennya.

Kombinasi bahan tersebut membuat rasa manis dan gurih terasa kuat. Namun, komposisi serta ukuran kue sangat menentukan jumlah gula, lemak, dan kalori yang dikonsumsi.

Klaim bahwa satu buah Dubai Matcha Chewy Cookie setara enam sendok gula perlu dilihat berdasarkan informasi gizi produk yang bersangkutan. Tanpa label nutrisi atau hasil pengujian laboratorium, angka tersebut belum dapat dipastikan berlaku untuk semua produk dengan nama serupa.

Enam Sendok Teh Gula Setara Berapa Gram?

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), orang dewasa dan anak-anak dianjurkan membatasi konsumsi gula bebas hingga kurang dari 10 persen total asupan energi harian. WHO juga menyarankan pengurangan lebih lanjut hingga di bawah 5 persen untuk memperoleh manfaat kesehatan tambahan.

Untuk pola makan sekitar 2.000 kilokalori per hari, batas 5 persen tersebut setara dengan sekitar 25 gram gula bebas atau kurang lebih enam sendok teh. Sementara itu, batas 10 persen setara dengan sekitar 50 gram per hari.

Artinya, jika satu kue benar-benar mengandung sekitar 25 gram gula bebas, konsumsinya dapat menghabiskan hampir seluruh batas gula harian yang lebih ketat tersebut.

Baca Juga: Salt Bread, Roti Gurih yang Mencuri Perhatian Pencinta Kuliner

Namun, perlu dibedakan antara kandungan gula dalam kue dan gula yang ditambahkan saat membuatnya. Gula bebas menurut WHO mencakup gula yang ditambahkan selama pengolahan, serta gula yang secara alami terdapat dalam madu, sirop, dan jus buah. Gula alami yang terdapat dalam buah utuh dan susu tidak termasuk dalam kategori tersebut.

Apa Kata Penelitian tentang Bahaya Konsumsi Gula Berlebih?

Kekhawatiran mengenai konsumsi gula bukan semata-mata berasal dari tren makanan viral. Sejumlah penelitian ilmiah telah mengkaji hubungan antara konsumsi gula dan berbagai masalah kesehatan.

Salah satunya adalah tinjauan payung atau umbrella review yang diterbitkan dalam jurnal medis The BMJ pada 2023, berjudul Dietary sugar consumption and health: umbrella review. Penelitian tersebut merangkum berbagai tinjauan sistematis dan menemukan bahwa konsumsi gula yang tinggi memiliki hubungan merugikan dengan sejumlah hasil kesehatan. Bukti yang relatif lebih kuat ditemukan pada hubungan konsumsi gula atau minuman berpemanis dengan peningkatan berat badan, obesitas pada anak, serta beberapa faktor risiko penyakit kardiometabolik.

Temuan ini tidak berarti satu buah kue secara otomatis menyebabkan penyakit. Risiko kesehatan lebih berkaitan dengan jumlah gula yang dikonsumsi secara keseluruhan, kebiasaan makan dalam jangka panjang, aktivitas fisik, serta kondisi kesehatan setiap individu.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan.

1. Berpotensi meningkatkan asupan kalori

Gula menyumbang energi, tetapi makanan tinggi gula belum tentu memberikan zat gizi penting dalam jumlah yang sebanding. Jika kue manis dikonsumsi berulang kali tanpa menyesuaikan kebutuhan energi, asupan kalori dapat berlebihan.

Dalam jangka panjang, kelebihan energi dapat berkontribusi terhadap kenaikan berat badan dan meningkatkan risiko obesitas.

2. Meningkatkan risiko kerusakan gigi

Bakteri di dalam mulut memanfaatkan gula dan menghasilkan asam yang dapat merusak lapisan mineral gigi. Konsumsi gula yang sering, terutama dalam bentuk camilan manis di antara waktu makan, dapat meningkatkan risiko karies gigi.

WHO menyebut penurunan konsumsi gula bebas sebagai salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko kerusakan gigi.

Baca Juga: Pasar Roti dan Kue Bojonegoro Makin Bergairah

3. Perlu diwaspadai dalam pola makan jangka panjang

Kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula secara berlebihan dapat menyulitkan seseorang menjaga keseimbangan asupan energi. Penelitian yang dirangkum dalam The BMJ juga menunjukkan hubungan antara konsumsi gula tinggi dan beberapa masalah kesehatan, meskipun kekuatan bukti berbeda-beda untuk setiap hasil kesehatan.

Karena itu, perhatian utama bukan hanya pada satu kue, melainkan juga pada kebiasaan mengonsumsi minuman manis, dessert, biskuit, dan makanan tinggi gula lainnya sepanjang hari. 

Apakah Satu Dubai Matcha Chewy Cookie Langsung Berbahaya?

Jawabannya, tidak bisa disimpulkan demikian. Mengonsumsi satu buah kue manis sesekali tidak otomatis membuat seseorang mengalami penyakit atau gangguan kesehatan.

Akan tetapi, jika kandungan gulanya memang sekitar 25 gram, jumlah tersebut sudah cukup besar dibandingkan dengan anjuran WHO untuk membatasi gula bebas hingga kurang dari 25 gram sehari sebagai target yang lebih ketat bagi orang dengan kebutuhan energi sekitar 2.000 kilokalori.

Perlu diingat bahwa batas tersebut mencakup gula bebas dari seluruh makanan dan minuman dalam sehari, bukan hanya dari satu jenis camilan. Gula dari kopi susu, teh manis, minuman kemasan, saus, dan makanan penutup lainnya juga perlu diperhitungkan.

Selain itu, kandungan lemak dan total kalori kue perlu diperiksa. Kue yang kaya mentega, cokelat, atau krim dapat memiliki kandungan energi tinggi meskipun jumlah gulanya berbeda-beda. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
Dubai Matcha Shewy Cookie camilan gula kue kesehatan