Dampak pada Tubuh Bila Kamu Kurang Minum Air Putih, Kenali Gejala dan Risikonya

Andhika Feriawan • Dipublikasikan Selasa, 13 Oktober 2026 | 19:30 WIB
Dampak pada tubuh bila kamu kurang minum air putih. (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)
Dampak pada tubuh bila kamu kurang minum air putih. (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Air putih menjadi salah satu kebutuhan penting bagi tubuh yang sering kali diabaikan. Di tengah aktivitas sehari-hari, sebagian orang mungkin lupa minum atau baru mengonsumsi air ketika merasa haus. Padahal, kekurangan cairan dapat mengganggu fungsi tubuh, mulai dari menimbulkan rasa lelah hingga meningkatkan risiko gangguan kesehatan tertentu.

Tubuh membutuhkan air untuk menjaga suhu tetap normal, membantu mengangkut nutrisi, melancarkan proses pembuangan zat sisa, serta mempertahankan keseimbangan cairan di dalam sel. Ketika cairan yang masuk tidak mencukupi kebutuhan atau jumlah cairan yang keluar terlalu banyak, tubuh dapat mengalami dehidrasi.

Lantas, apa saja dampak yang bisa terjadi apabila seseorang kurang minum air putih?

1. Tubuh Mudah Lelah dan Tidak Bertenaga

Salah satu dampak kurang minum air putih adalah tubuh terasa lemas dan mudah lelah. Kondisi ini dapat terjadi karena keseimbangan cairan berperan dalam menjaga sirkulasi darah dan mendukung fungsi organ.

Ketika tubuh kehilangan cairan, kemampuan untuk melakukan aktivitas fisik dapat menurun, terutama jika seseorang berolahraga atau bekerja dalam kondisi cuaca panas. Akibatnya, aktivitas yang biasanya terasa ringan bisa menjadi lebih melelahkan.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Sports Medicine - Open pada 2017 oleh Danielle McCartney, Ben Desbrow, dan Christopher Irwin meninjau 64 uji coba yang melibatkan 643 peserta. Hasil tinjauan tersebut menunjukkan bahwa konsumsi cairan setelah mengalami dehidrasi dapat membantu meningkatkan performa olahraga berkelanjutan, khususnya dalam kondisi panas dan aktivitas berdurasi panjang.

Baca Juga: Mitos atau Fakta, Rutin Minum Air Kelapa Muda Bisa Bikin Kulit Bayi Putih?

Temuan ini menegaskan pentingnya menjaga kecukupan cairan, terutama ketika tubuh kehilangan banyak air melalui keringat.

2. Sulit Berkonsentrasi dan Mengalami Perubahan Suasana Hati

Kurangnya cairan juga dapat berkaitan dengan perubahan suasana hati, rasa tidak nyaman, dan gangguan pada beberapa aspek fungsi kognitif. Seseorang mungkin merasa kurang bersemangat atau kesulitan mempertahankan fokus ketika mengalami dehidrasi.

Dalam artikel tinjauan yang diterbitkan di jurnal Nutrients pada 2019, para peneliti membahas hubungan status hidrasi dengan sejumlah aspek kesehatan, termasuk fungsi kognitif, suasana hati, sakit kepala, dan fungsi pencernaan.

Para peneliti menyimpulkan bahwa bukti ilmiah mendukung pentingnya hidrasi yang cukup bagi kesehatan. Namun, mereka juga menekankan bahwa kekuatan bukti berbeda-beda untuk setiap dampak dan sebagian penelitian masih menunjukkan hasil yang tidak konsisten.

Artinya, kurang minum tidak selalu menjadi penyebab utama sulit berkonsentrasi. Meski demikian, menjaga kecukupan cairan merupakan salah satu langkah sederhana untuk mendukung fungsi tubuh sehari-hari.

3. Urine Menjadi Lebih Pekat dan Frekuensi Buang Air Kecil Berkurang

Ketika asupan cairan tidak mencukupi, ginjal akan membantu tubuh mempertahankan air. Salah satu perubahan yang dapat terlihat adalah urine menjadi lebih pekat dan berwarna lebih gelap daripada biasanya. Frekuensi buang air kecil juga dapat berkurang.

Perubahan tersebut dapat menjadi petunjuk bahwa tubuh membutuhkan tambahan cairan, meskipun warna urine juga dipengaruhi oleh makanan, obat-obatan, vitamin, dan kondisi kesehatan tertentu.

Jika kekurangan cairan terjadi berulang kali, kesehatan saluran kemih dan ginjal juga perlu diperhatikan. Tinjauan ilmiah yang diterbitkan dalam Nutrients pada 2019 menemukan adanya bukti yang mendukung hubungan antara hidrasi yang memadai dan penurunan risiko batu ginjal.

Oleh karena itu, memenuhi kebutuhan cairan sehari-hari penting untuk membantu menjaga keseimbangan air tubuh dan mendukung proses pembuangan zat sisa melalui urine.

4. Memicu Sembelit atau Susah Buang Air Besar

Kurangnya asupan cairan dapat memperburuk sembelit, terutama ketika seseorang juga kurang mengonsumsi serat. Air membantu menjaga kandungan cairan dalam saluran pencernaan sehingga feses dapat lebih mudah dikeluarkan.

Ketika tubuh kekurangan cairan, usus besar dapat menyerap lebih banyak air dari sisa makanan. Akibatnya, feses menjadi lebih keras dan sulit dikeluarkan.

Baca Juga: Mitos atau Fakta? Kurang Minum Air Bisa Bikin Sulit Fokus, Ini Penjelasannya

Namun, sembelit tidak selalu disebabkan oleh kurang minum. Rendahnya konsumsi serat, kurang bergerak, kebiasaan menahan buang air besar, dan penggunaan obat-obatan tertentu juga dapat berperan.

Karena itu, menjaga hidrasi perlu disertai pola makan kaya serat dan aktivitas fisik yang cukup untuk membantu menjaga kesehatan pencernaan.

5. Tubuh Lebih Sulit Mengatur Suhu

Air membantu tubuh mengatur suhu, termasuk melalui proses pengeluaran keringat. Ketika cairan yang hilang tidak segera digantikan, kemampuan tubuh menghadapi panas dapat terganggu.

Risiko ini semakin perlu diperhatikan bagi orang yang bekerja di luar ruangan, melakukan aktivitas fisik berat, atau berada di lingkungan bersuhu tinggi.

Dalam publikasi ilmiah yang dirangkum oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kecukupan air disebut penting untuk mencegah dehidrasi, membantu menjaga suhu tubuh tetap normal, serta mendukung fungsi organ. Kebutuhan cairan dapat meningkat ketika cuaca panas, aktivitas fisik bertambah, atau seseorang mengalami demam, muntah, dan diare.

Jika dehidrasi memburuk, seseorang dapat mengalami pusing, kelemahan, hingga kondisi serius yang memerlukan pertolongan medis.

6. Meningkatkan Risiko Batu Ginjal

Ginjal berfungsi menyaring darah dan membantu mengatur keseimbangan cairan serta elektrolit. Ketika asupan cairan kurang, urine dapat menjadi lebih pekat sehingga mineral dan zat pembentuk batu lebih mudah terkonsentrasi.

Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal pada sebagian orang, terutama mereka yang memiliki faktor risiko lain atau pernah mengalami batu ginjal sebelumnya.

Dalam artikel tinjauan Narrative Review of Hydration and Selected Health Outcomes in the General Population yang diterbitkan di jurnal Nutrients pada 2019, para peneliti menilai bukti mengenai hubungan hidrasi dengan sejumlah hasil kesehatan. Salah satu temuan yang didukung oleh penelitian adalah pentingnya kecukupan cairan dalam kaitannya dengan risiko batu ginjal.

Meski demikian, batu ginjal memiliki berbagai faktor penyebab. Menambah asupan air dapat membantu, tetapi orang yang memiliki penyakit ginjal atau kondisi medis tertentu perlu mengikuti anjuran tenaga kesehatan mengenai jumlah cairan yang aman.

7. Menimbulkan Sakit Kepala dan Rasa Tidak Nyaman

Sebagian orang dapat mengalami sakit kepala ketika kekurangan cairan. Kondisi ini dapat disertai rasa haus, mulut kering, lemas, atau pusing, terutama setelah banyak berkeringat maupun mengalami muntah dan diare.

Meski demikian, sakit kepala memiliki banyak kemungkinan penyebab, seperti kurang tidur, stres, migrain, dan kondisi medis lainnya. Karena itu, gejala tersebut tidak dapat langsung dipastikan sebagai akibat kurang minum air putih.

Apabila sakit kepala muncul bersamaan dengan tanda-tanda dehidrasi ringan, minum air secara bertahap dapat membantu mengganti cairan yang hilang. Namun, sakit kepala yang mendadak sangat berat, disertai kebingungan, pingsan, atau gangguan kesadaran harus segera mendapatkan pertolongan medis.

Kurang minum air putih bukan sekadar membuat tenggorokan terasa kering. Kekurangan cairan dapat menyebabkan tubuh mudah lelah, mengganggu kenyamanan saat beraktivitas, memperburuk sembelit, dan meningkatkan risiko masalah kesehatan tertentu, termasuk batu ginjal.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa hidrasi yang cukup penting untuk menjaga fungsi normal tubuh. Meski begitu, dampak dehidrasi dapat berbeda pada setiap orang dan tidak semua keluhan kesehatan disebabkan oleh kekurangan air.

Karena itu, membiasakan diri minum air secara teratur merupakan langkah sederhana yang dapat membantu menjaga kesehatan. Jika muncul tanda dehidrasi berat, seperti kebingungan, pingsan, atau penurunan kesadaran, segera cari pertolongan medis. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
kesehatan minum cairan ginjal air putih