Perut Sering Kembung? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Farhan Reza Ardiansyah • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 18:47 WIB
Ilustrasi pria mengalami kembung
Ilustrasi pria mengalami kembung

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Perut kembung merupakan keluhan yang cukup sering dialami. Kondisi ini biasanya ditandai dengan perut terasa penuh, begah, lebih besar dari biasanya, atau sering bersendawa dan buang gas.

Kembung sesekali umumnya bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Namun, jika perut sering kembung dan muncul berulang kali, kondisi tersebut bisa berkaitan dengan pola makan, kebiasaan sehari-hari, hingga masalah pada sistem pencernaan.

Lantas, apa saja penyebab perut sering kembung?

1. Makan terlalu cepat

Makan terburu-buru dapat membuat lebih banyak udara ikut tertelan. Udara tersebut kemudian masuk ke saluran pencernaan dan dapat menyebabkan perut terasa penuh atau begah.

Baca Juga: Daun Senna Ternyata Memiliki Banyak Manfaat, Salah Satunya Atasi Sembelit juga Masalah Kulit

Karena itu, makan secara perlahan dan mengunyah makanan dengan baik dapat membantu mengurangi udara yang tertelan.

2. Terlalu banyak minuman bersoda

Minuman bersoda mengandung gas yang dapat meningkatkan jumlah gas di dalam saluran pencernaan.

Bagi sebagian orang, konsumsi minuman berkarbonasi dapat membuat perut lebih mudah terasa penuh, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.

3. Makanan tertentu menghasilkan lebih banyak gas

Beberapa jenis makanan dapat meningkatkan produksi gas selama proses pencernaan.

Kacang-kacangan, beberapa jenis sayuran, serta makanan yang mengandung karbohidrat tertentu dapat membuat sebagian orang lebih mudah mengalami kembung.

Respons setiap orang berbeda. Makanan yang menyebabkan kembung pada seseorang belum tentu memberikan efek yang sama pada orang lain.

4. Sembelit

Perut kembung juga bisa terjadi ketika seseorang mengalami sembelit.

Ketika feses menumpuk di usus, gas dapat lebih sulit keluar sehingga perut terasa penuh dan tidak nyaman.

Kurang minum, kurang bergerak, serta rendahnya asupan serat dapat menjadi beberapa faktor yang berkontribusi terhadap sembelit.

5. Intoleransi terhadap makanan tertentu

Baca Juga: Perut Kembung Setelah Minum Susu Sapi? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Sebagian orang memiliki kesulitan mencerna jenis makanan tertentu.

Salah satu contohnya adalah intoleransi laktosa, ketika tubuh tidak mampu mencerna laktosa dengan baik. Setelah mengonsumsi susu atau produk olahannya, seseorang dapat mengalami kembung, gas, diare, atau rasa tidak nyaman di perut.

Jika keluhan selalu muncul setelah mengonsumsi makanan tertentu, pola tersebut sebaiknya diperhatikan.

6. Perubahan hormon

Pada sebagian perempuan, perubahan hormon menjelang atau selama menstruasi dapat disertai rasa kembung.

Perubahan hormonal dapat memengaruhi sistem pencernaan dan menyebabkan tubuh menahan lebih banyak cairan. Akibatnya, perut bisa terasa lebih penuh dari biasanya.

7. Stres dan kecemasan

Hubungan antara otak dan sistem pencernaan cukup erat. Ketika seseorang mengalami stres, fungsi saluran pencernaan dapat ikut terpengaruh.

Akibatnya, sebagian orang dapat mengalami berbagai keluhan seperti kembung, sakit perut, perubahan pola buang air besar, atau rasa tidak nyaman setelah makan.

Cara mengurangi perut kembung

Jika kembung disebabkan oleh kebiasaan sehari-hari, beberapa langkah sederhana dapat dicoba.

Makan secara perlahan, mengurangi minuman bersoda, cukup minum air, rutin bergerak, dan memperhatikan makanan yang memicu keluhan dapat membantu.

Mencatat makanan yang dikonsumsi juga bisa menjadi cara untuk mengetahui apakah kembung muncul setelah mengonsumsi jenis makanan tertentu.

Namun, jangan langsung menghilangkan banyak jenis makanan dari menu sehari-hari tanpa alasan yang jelas. Jika ingin melakukan perubahan pola makan secara signifikan, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Baca Juga: Diet Defisit Kalori Bikin Perut Kerucukan? Pakar Gizi Bongkar 5 Trik Ilmiah Agar Kamu Kenyang Lebih Lama!

Kapan perut kembung perlu diperiksa?

Kembung yang terjadi sesekali biasanya tidak perlu dikhawatirkan. Namun, sebaiknya jangan mengabaikan keluhan yang terus berulang atau disertai gejala lain.

Segera periksakan diri jika kembung disertai nyeri perut yang berat, muntah terus-menerus, darah pada tinja, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, demam, atau perubahan pola buang air besar yang menetap.

Pada dasarnya, perut kembung bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari kebiasaan makan sederhana hingga gangguan pada sistem pencernaan. Karena itu, memperhatikan kapan kembung muncul dan apa yang dikonsumsi sebelumnya dapat membantu menemukan pemicunya.

Jika keluhan berlangsung terus-menerus atau semakin berat, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebab yang sebenarnya. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
kembung perut kembung perut Udara Makanan