RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Kopi menjadi salah satu minuman yang banyak dikonsumsi masyarakat untuk membantu mengurangi rasa kantuk dan meningkatkan konsentrasi. Kandungan kafein di dalam kopi diketahui memiliki efek stimulan terhadap sistem saraf pusat.
Dalam jumlah yang sesuai, kafein umumnya dapat dikonsumsi dengan aman oleh sebagian besar orang. Namun, kebiasaan minum kopi secara berlebihan dapat menimbulkan sejumlah efek pada tubuh, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah besar atau terlalu dekat dengan waktu tidur.
Salah satu dampak yang paling sering dirasakan adalah gangguan tidur. Kafein dapat membuat seseorang lebih sulit mengantuk, mengurangi kualitas tidur, atau menyebabkan waktu tidur menjadi lebih singkat. Efek ini dapat semakin terasa pada orang yang sensitif terhadap kafein.
Selain itu, konsumsi kafein berlebihan juga dapat menyebabkan jantung berdebar atau peningkatan denyut jantung pada sebagian orang. Beberapa orang juga dapat mengalami rasa gelisah, gugup, tremor, atau sakit kepala.
Baca Juga: Manfaat Americano untuk Kesehatan, Kopi Rendah Kalori yang Bisa Tingkatkan Fokus dan Energi
Kopi dalam jumlah berlebihan juga bisa memengaruhi sistem pencernaan. Pada individu tertentu, kopi dapat meningkatkan produksi asam lambung atau memperburuk keluhan seperti rasa tidak nyaman di perut dan gejala refluks.
Efek lainnya adalah lebih sering buang air kecil. Kafein memiliki efek diuretik ringan, meskipun konsumsi kopi dalam jumlah wajar tetap dapat berkontribusi terhadap kebutuhan cairan tubuh.
Bukan hanya efek fisik, konsumsi kafein berlebihan juga dapat menyebabkan ketergantungan kafein. Seseorang yang terbiasa mengonsumsi kafein dalam jumlah tinggi kemudian menghentikannya secara tiba-tiba dapat mengalami sakit kepala, mudah lelah, mengantuk, atau sulit berkonsentrasi.
Lantas, berapa banyak kopi yang masih tergolong aman ?
Batas konsumsi kafein dapat berbeda pada setiap orang karena dipengaruhi oleh usia, kondisi kesehatan, sensitivitas terhadap kafein, serta obat-obatan yang dikonsumsi. Bagi kebanyakan orang dewasa sehat, Food and Drug Administration (FDA) menyebut asupan kafein hingga sekitar 400 miligram per hari umumnya tidak dikaitkan dengan efek negatif berbahaya.
Baca Juga: Mitos atau Fakta, Minum Kopi Setiap Hari Dapat Menyebabkan Dehidrasi?
Namun, jumlah kafein dalam secangkir kopi tidak selalu sama. Jenis kopi, metode penyeduhan, ukuran sajian, dan konsentrasi minuman dapat membuat kandungan kafeinnya berbeda.
Karena itu, kebiasaan mengonsumsi beberapa cangkir kopi dalam sehari perlu diperhatikan. Terlebih jika setelah minum kopi muncul keluhan seperti jantung berdebar, sulit tidur, gelisah, sakit kepala, atau gangguan pencernaan.
Pada akhirnya, kopi tidak selalu menjadi masalah. Yang perlu diperhatikan adalah jumlah, frekuensi, waktu konsumsi, dan respons tubuh masing-masing individu. Mengatur konsumsi kopi sesuai kebutuhan dapat membantu memperoleh manfaat kafein tanpa meningkatkan risiko munculnya efek samping akibat konsumsi berlebihan. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko