RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Mata kiri tiba-tiba berkedut sering dikaitkan dengan berbagai pertanda. Salah satu kepercayaan yang masih banyak beredar di masyarakat menyebutkan bahwa kedutan pada mata kiri merupakan tanda seseorang akan mendapatkan kabar buruk atau mengalami suatu kejadian tertentu.
Namun, benarkah mata kiri kedutan merupakan pertanda akan datangnya kabar buruk ?
Jika dilihat dari sisi medis, tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa kedutan pada mata kiri dapat digunakan untuk memprediksi datangnya kabar buruk. Dalam dunia kesehatan, kondisi tersebut umumnya dikenal sebagai eyelid myokymia, yaitu kontraksi kecil dan tidak disengaja pada otot kelopak mata.
Menurut EyeWiki dari American Academy of Ophthalmology, kedutan kelopak mata umumnya bersifat jinak dan dapat terjadi pada salah satu mata, terutama kelopak mata bagian bawah. Beberapa faktor yang dapat memicu atau memperburuk kondisi tersebut antara lain stres, kecemasan, kelelahan, kurang tidur, konsumsi kafein, serta terlalu lama menatap layar.
Penelitian yang dipublikasikan melalui PubMed juga menemukan adanya hubungan antara kedutan kelopak mata dengan durasi penggunaan perangkat digital. Studi terhadap pasien dengan keluhan kedutan kelopak mata menemukan bahwa kelompok yang mengalami eyelid myokymia memiliki rata-rata waktu penggunaan layar yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol.
Baca Juga: Mitos atau Fakta? Terlalu Banyak Makan Telur Rebus Bisa Menyebabkan Bisul?
Dari sisi psikologi, stres dan kecemasan juga dapat menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan munculnya kedutan. Ketika seseorang mengalami tekanan psikologis atau kurang beristirahat, tubuh dapat menunjukkan berbagai respons fisik, termasuk ketegangan otot dan munculnya kontraksi otot kecil.
Karena itu, seseorang yang sedang banyak pikiran kemudian mengalami mata berkedut bisa saja menganggap kedutan tersebut sebagai pertanda buruk. Padahal, secara medis, kondisi tersebut lebih mungkin berkaitan dengan keadaan tubuh seperti kelelahan, stres atau kurang tidur.
Penelitian mengenai eyelid myokymia yang diterbitkan dalam Journal of Neuro-Ophthalmology juga menunjukkan bahwa kedutan kelopak mata yang terisolasi umumnya merupakan kondisi jinak. Dalam penelitian terhadap pasien dengan kondisi tersebut, tidak ditemukan bahwa myokymia kelopak mata menjadi tanda awal penyakit neurologis pada sebagian besar kasus yang diteliti.
Meski demikian, kedutan yang berlangsung lama atau disertai gejala lain tetap perlu diperhatikan. EyeWiki menyarankan evaluasi medis apabila kedutan berlangsung selama beberapa minggu, menyebar ke bagian wajah lainnya, atau disertai tanda-tanda neurologis.
Baca Juga: Mitos atau Fakta? Bulu Kucing Bisa Menyebabkan Penyakit Paru-Paru, Ini Penjelasannya
Untuk mengurangi keluhan, seseorang dapat mencoba memperbaiki waktu tidur, mengurangi stres, membatasi konsumsi kafein dan memberikan waktu istirahat bagi mata, terutama setelah lama menggunakan komputer atau ponsel.
Dengan demikian, anggapan bahwa mata kiri kedutan pasti menjadi pertanda akan mendapatkan kabar buruk lebih tepat disebut sebagai kepercayaan atau mitos, bukan kesimpulan yang didukung bukti medis. Kedutan mata lebih dapat dijelaskan sebagai respons tubuh yang sering kali berkaitan dengan aktivitas otot kelopak mata dan berbagai faktor seperti stres, kelelahan serta pola hidup. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko