Mitos atau Fakta? Terlalu Banyak Makan Telur Rebus Bisa Menyebabkan Bisul?

Andhika Feriawan • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 14:30 WIB
Terlalu banyak makan telur rebus bisa menyebabkan bisul, benarkah ? (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)
Terlalu banyak makan telur rebus bisa menyebabkan bisul, benarkah ? (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Banyak orang masih percaya bahwa terlalu sering atau terlalu banyak makan telur, termasuk telur rebus, dapat menyebabkan munculnya bisul. Lantas, apakah anggapan tersebut benar atau hanya mitos ?

Bisul merupakan benjolan merah yang terasa nyeri dan biasanya berisi nanah. Kondisi ini terjadi ketika folikel rambut mengalami infeksi bakteri. Menurut Mayo Clinic, salah satu penyebab paling umum bisul adalah bakteri Staphylococcus aureus yang menginfeksi folikel rambut.

Dengan demikian, anggapan bahwa makan telur rebus secara langsung menyebabkan bisul lebih tepat disebut sebagai mitos. Tidak ada keterangan medis yang menunjukkan bahwa telur rebus secara langsung menjadi penyebab bisul.

Penjelasan Menurut Ahli

Dokter kulit dari American Academy of Dermatology (AAD) menjelaskan bahwa bisul merupakan infeksi kulit yang terjadi di sekitar folikel rambut atau kelenjar minyak. Penanganannya antara lain menjaga area tetap bersih dan memberikan kompres hangat. Bisul juga sebaiknya tidak dipencet atau ditusuk sendiri karena dapat menyebabkan infeksi menyebar.

Baca Juga: Mitos atau Fakta? Bulu Kucing Bisa Menyebabkan Penyakit Paru-Paru, Ini Penjelasannya

Mayo Clinic juga menjelaskan bahwa risiko bisul dapat meningkat pada kondisi tertentu, misalnya ketika kulit mengalami luka atau kerusakan, terdapat kontak dekat dengan orang yang mengalami infeksi stafilokokus, memiliki penyakit diabetes, gangguan kulit tertentu, atau sistem kekebalan tubuh yang melemah.

Lalu, Mengapa Telur Sering Dikaitkan dengan Bisul ?

Anggapan tersebut kemungkinan berasal dari kebiasaan masyarakat yang menghubungkan makanan tertentu dengan munculnya masalah kulit. Padahal, munculnya bisul lebih berkaitan dengan infeksi bakteri dan kondisi kulit dibandingkan dengan konsumsi telur.

Telur sendiri merupakan sumber protein dan berbagai zat gizi. Selama tidak memiliki alergi terhadap telur dan dikonsumsi dalam jumlah yang sesuai kebutuhan, telur dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang.

Namun, jika seseorang mengalami bisul berulang, jumlah bisul semakin banyak, terasa sangat nyeri, membesar, disertai demam, atau tidak kunjung sembuh, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. Kondisi tersebut dapat membutuhkan pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut.

Kesimpulannya, terlalu banyak makan telur rebus tidak terbukti secara langsung menyebabkan bisul. Kebersihan kulit, infeksi bakteri, kondisi kesehatan tertentu, serta faktor lain justru lebih berperan dalam munculnya bisul.

Editor : Bhagas Dani Purwoko
mitos atau fakta bisul kesehatan telur penyakit kulit