RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kucing menjadi salah satu hewan peliharaan yang banyak disukai. Namun, di balik tingkahnya yang menggemaskan, masih ada anggapan bahwa bulu kucing yang terhirup manusia dapat menyebabkan penyakit paru-paru.
Anggapan tersebut bahkan kerap membuat sebagian orang khawatir memelihara kucing di rumah. Lantas, apakah benar bulu kucing bisa menyebabkan penyakit paru-paru ?
Bulu Kucing Bukan Penyebab Langsung Penyakit Paru-Paru
Anggapan bahwa bulu kucing secara langsung menyebabkan penyakit paru-paru perlu diluruskan. Bulu kucing bukanlah penyebab langsung seseorang mengalami penyakit paru-paru.
Menurut American Lung Association, masalah pernapasan yang berkaitan dengan kucing lebih banyak berhubungan dengan alergen, seperti serpihan kulit atau dander serta protein yang terdapat dalam air liur dan urine hewan.
Alergen tersebut dapat menempel pada bulu kucing dan kemudian menyebar ke udara, furnitur, karpet, pakaian maupun tempat tidur. Karena ukurannya sangat kecil, partikel alergen dapat bertahan di lingkungan dan terhirup oleh manusia.
Baca Juga: Mitos atau Fakta, Sering Menahan Kencing Bisa Menyebabkan Kencing Batu?
Menurut Ahli, Alergen Kucing Bisa Memicu Asma
American Lung Association menjelaskan bahwa dander dan air liur hewan berbulu dapat menjadi alergen bagi sebagian orang dan memicu gejala asma. Kucing termasuk salah satu hewan yang dapat menjadi pemicu tersebut.
Hal serupa juga dijelaskan oleh CDC. Menurut lembaga tersebut, hewan berbulu dapat memicu serangan asma pada orang yang memang memiliki alergi terhadap hewan tersebut. Menariknya, CDC juga menegaskan bahwa penderita alergi bukan sebenarnya alergi terhadap bulu itu sendiri, sehingga sekadar memangkas bulu kucing tidak otomatis menghilangkan masalah alergi.
Artinya, persoalannya bukan sekadar “bulu kucing masuk ke paru-paru”, melainkan respons sistem kekebalan tubuh terhadap protein atau alergen yang berasal dari hewan.
Bisa Menimbulkan Batuk hingga Sesak Napas
Pada orang yang sensitif terhadap alergen kucing, paparan dapat menimbulkan berbagai gejala. Mulai dari bersin, hidung tersumbat, mata gatal atau berair, batuk hingga sesak napas.
Pada penderita asma yang sensitif terhadap alergen kucing, paparan tersebut juga dapat memperburuk gejala atau memicu serangan asma. CDC mencatat bahwa protein dari dander, bulu, air liur dan bahan tubuh hewan dapat menjadi sumber alergen yang berhubungan dengan gangguan pernapasan.
Penelitian yang tercatat dalam basis data CDC juga menunjukkan bahwa paparan alergen kucing pada orang dengan asma yang dipicu kucing dapat menyebabkan perubahan pada saluran napas kecil dan meningkatkan hiperresponsivitas saluran pernapasan.
Apakah Bulu Kucing Bisa Menyebabkan Paru-Paru Rusak ?
Tidak tepat jika dikatakan bahwa setiap orang yang menghirup bulu kucing akan mengalami kerusakan paru-paru.
Namun, ada kondisi medis tertentu yang berkaitan dengan paparan alergen hewan. American Lung Association menjelaskan bahwa hipersensitivitas pneumonitis merupakan reaksi terhadap zat tertentu yang terhirup dan dapat dipicu oleh beberapa jenis alergen, termasuk animal dander. Kondisi ini tergolong jarang dan berbeda dari alergi kucing biasa maupun asma.
Baca Juga: Mitos atau Fakta? Sering Masturbasi Bikin Otak Tidak Fokus dan Mudah Lupa
Karena itu, seseorang yang mengalami gangguan pernapasan setelah berada di sekitar kucing sebaiknya tidak langsung menyimpulkan bahwa penyebabnya adalah bulu yang masuk ke paru-paru.
Cara Mengurangi Paparan Bulu dan Alergen Kucing
Bagi pemilik kucing yang mengalami alergi, beberapa langkah dapat dilakukan untuk mengurangi paparan alergen, antara lain:
- Rutin membersihkan rumah, terutama karpet, sofa dan tempat tidur.
- Menjauhkan kucing dari kamar tidur, terutama jika terdapat anggota keluarga yang alergi.
- Mencuci tangan setelah memegang kucing.
- Menggunakan penyedot debu secara rutin untuk membantu mengurangi partikel alergen.
- Menyediakan area khusus bagi kucing agar tidak terlalu banyak berada di furnitur dan tempat tidur.
- Mempertimbangkan penggunaan air purifier dengan filter HEPA untuk membantu mengurangi alergen di udara.
Jadi, Mitos atau Fakta ?
Kesimpulannya, pernyataan “bulu kucing menyebabkan penyakit paru-paru” merupakan anggapan yang terlalu menyederhanakan masalah.
Bulu kucing bukan penyebab langsung penyakit paru-paru pada setiap orang. Namun, kucing dapat membawa dan menyebarkan alergen yang berpotensi memicu alergi serta memperburuk gejala asma pada orang yang sensitif.
Jika setelah berada di dekat kucing seseorang mengalami sesak napas, mengi, batuk berulang atau keluhan pernapasan lainnya, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya. Pemeriksaan alergi juga dapat membantu menentukan apakah kucing atau alergen tertentu menjadi pemicu keluhan.
Editor : Bhagas Dani Purwoko