7 Bahaya Rokok bagi Perokok Aktif Maupun Pasif, Jangan Anggap Sepele

Andhika Feriawan • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 12:15 WIB
Bahaya rokok yang dapat menyebabkan berbagai penyakit. (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)
Bahaya rokok yang dapat menyebabkan berbagai penyakit. (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Rokok masih menjadi salah satu faktor risiko kesehatan yang perlu diwaspadai. Bahayanya bukan hanya dirasakan oleh orang yang menghisap rokok secara langsung, tetapi juga orang di sekitarnya yang terpapar asap rokok atau dikenal sebagai perokok pasif.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut tembakau dapat merusak hampir seluruh organ tubuh dan meningkatkan risiko berbagai penyakit, mulai dari kanker, penyakit jantung, stroke hingga gangguan paru-paru. WHO juga menegaskan tidak ada tingkat paparan asap rokok pasif yang benar-benar aman.

Berikut 7 bahaya rokok bagi perokok aktif maupun pasif yang perlu diketahui:

1. Meningkatkan Risiko Kanker

Merokok merupakan salah satu faktor utama penyebab kanker, terutama kanker paru-paru. Asap tembakau mengandung ribuan bahan kimia, termasuk sejumlah zat yang bersifat toksik dan dapat menyebabkan kanker.

Tidak hanya perokok aktif, orang yang tidak merokok tetapi sering terpapar asap rokok juga menghadapi peningkatan risiko kanker paru-paru. CDC mencatat paparan asap rokok pasif dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru pada orang yang tidak merokok sekitar 20–30 persen.

2. Memicu Penyakit Jantung dan Stroke

Kebiasaan merokok dapat mengganggu fungsi pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk penyakit jantung koroner dan stroke.

Bahaya tersebut juga berlaku bagi perokok pasif. Paparan asap rokok dapat menyebabkan perubahan pada pembuluh darah dan meningkatkan risiko gangguan jantung. Pada orang yang tidak merokok, paparan asap rokok pasif dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung koroner sekitar 25–30 persen.

3. Merusak Paru-Paru

Paru-paru menjadi salah satu organ yang paling banyak menerima dampak buruk dari asap rokok. Pada perokok aktif, kebiasaan merokok berkaitan erat dengan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) dan berbagai gangguan pernapasan.

Baca Juga: 7 Alasan Mayoritas Pria Indonesia Gemar Merokok: Antara Budaya, Ekonomi, dan Akses

Sementara itu, perokok pasif, terutama anak-anak, juga dapat mengalami gangguan saluran pernapasan. Paparan asap rokok pada anak dikaitkan dengan infeksi saluran pernapasan, bronkitis, pneumonia, hingga serangan asma yang lebih sering atau lebih berat.

4. Membahayakan Anak dan Bayi

Asap rokok menjadi perhatian khusus ketika terdapat bayi dan anak-anak di dalam rumah. Tubuh anak yang masih berkembang membuat mereka lebih rentan terhadap zat berbahaya dalam asap rokok.

Paparan asap rokok pasif dapat meningkatkan risiko infeksi pernapasan, infeksi telinga dan serangan asma pada anak. Pada bayi, paparan tersebut juga dikaitkan dengan sindrom kematian bayi mendadak atau SIDS.

5. Mengganggu Kehamilan dan Perkembangan Janin

Bahaya asap rokok juga perlu diperhatikan selama masa kehamilan. Paparan tembakau, termasuk asap rokok pasif, dapat berkaitan dengan berbagai masalah kehamilan dan kesehatan bayi.

WHO menyebut paparan tembakau selama kehamilan berkaitan dengan peningkatan risiko kematian janin, keguguran dan lahir mati. Paparan asap rokok setelah bayi lahir juga dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan.

6. Menurunkan Daya Tahan Tubuh

Zat yang terkandung dalam asap tembakau dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh. Akibatnya, tubuh menjadi lebih rentan terhadap berbagai gangguan kesehatan dan infeksi saluran pernapasan.

Baca Juga: Berhenti Merokok Demi Anak! Ini 7 Alasan yang Harus Orang Tua Ketahui

WHO menyebut komponen dalam asap tembakau dapat melemahkan sistem imun dan meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan pada perokok.

7. Menyebabkan Ketergantungan Nikotin

Selain menimbulkan berbagai risiko penyakit, rokok juga dapat menyebabkan ketergantungan karena mengandung nikotin. Zat ini bersifat sangat adiktif sehingga seseorang dapat mengalami kesulitan ketika mencoba berhenti merokok.

WHO menyebut nikotin sangat adiktif dan penggunaan tembakau dapat menyebabkan dampak kesehatan jangka panjang. Karena itu, berhenti merokok menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko penyakit akibat tembakau.

Bahaya Rokok Bukan Hanya untuk Perokok

Bahaya rokok pada akhirnya tidak berhenti pada orang yang menghisapnya. Orang-orang di sekitar perokok juga dapat terpapar asap rokok pasif, terutama ketika aktivitas merokok dilakukan di dalam rumah, kendaraan atau ruang tertutup.

Di Indonesia, WHO mencatat data Global Adult Tobacco Survey (GATS) 2021 menunjukkan paparan asap rokok masih terjadi di berbagai tempat, termasuk restoran, tempat kerja dan transportasi umum.

Karena itu, menciptakan lingkungan bebas asap rokok menjadi bagian penting dalam melindungi kesehatan, terutama bagi anak-anak, ibu hamil dan orang yang memiliki penyakit tertentu.

Pada akhirnya, berhenti merokok bukan hanya memberikan manfaat bagi perokok aktif, tetapi juga membantu melindungi keluarga dan orang-orang di sekitarnya dari paparan asap rokok. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
Bahaya rokok risiko perokok penyakit kesehatan merokok