Mitos atau Fakta? Sering Masturbasi Bikin Otak Tidak Fokus dan Mudah Lupa

Andhika Feriawan • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 19:15 WIB
Sering masturbasi bisa menyebabkan orang jadi pelupa, benarkah ? (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)
Sering masturbasi bisa menyebabkan orang jadi pelupa, benarkah ? (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Masturbasi merupakan aktivitas seksual yang cukup umum dilakukan, baik oleh pria maupun wanita. Namun, di tengah berbagai informasi yang beredar di media sosial, muncul anggapan bahwa terlalu sering masturbasi dapat membuat seseorang sulit berkonsentrasi, mudah lupa, hingga menurunkan kemampuan otak dalam berpikir.

Lantas, apakah anggapan tersebut benar atau hanya mitos ?

Tidak Ada Bukti Masturbasi Langsung Merusak Fungsi Otak

Sejauh ini, tidak ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa masturbasi secara langsung menyebabkan kerusakan otak atau membuat kemampuan mengingat seseorang menurun secara permanen.

Masturbasi sendiri merupakan perilaku seksual yang secara umum dianggap sebagai bagian dari perkembangan dan kesehatan seksual manusia. Karena itu, anggapan bahwa masturbasi otomatis membuat otak menjadi "lemah", sulit berpikir, atau mengalami penurunan daya ingat perlu dilihat secara lebih kritis.

Jika seseorang merasa sulit fokus atau mudah lupa, penyebabnya bisa berasal dari banyak faktor lain, seperti kurang tidur, stres, kelelahan, pola hidup yang kurang sehat, kecemasan, hingga terlalu banyak menggunakan gawai.

Lalu Mengapa Ada yang Merasa Sulit Fokus Setelah Masturbasi ?

Perasaan mengantuk atau lebih rileks setelah orgasme memang dapat terjadi. Tubuh mengalami perubahan fisiologis setelah orgasme yang dapat membuat seseorang merasa santai dan ingin beristirahat.

Kondisi tersebut berbeda dengan kerusakan fungsi otak.

Seseorang mungkin merasa kurang bersemangat atau tidak terlalu fokus untuk sementara waktu setelah melakukan aktivitas seksual. Namun, hal itu tidak berarti kemampuan otak untuk mengingat atau berpikir mengalami kerusakan.

Baca Juga: Mitos atau Fakta? Makan Sambil Bermain HP Bisa Membuat Otak Tidak Fokus

Masalah Bisa Muncul Jika Sudah Mengganggu Aktivitas

Yang perlu diperhatikan bukan semata-mata seberapa sering seseorang masturbasi, melainkan apakah kebiasaan tersebut mulai mengganggu kehidupan sehari-hari.

Misalnya, seseorang terus-menerus memikirkan masturbasi hingga sulit menyelesaikan pekerjaan, mengabaikan kewajiban, kehilangan waktu tidur, atau merasa tidak mampu mengendalikan dorongan tersebut.

Dalam kondisi seperti ini, masalah yang muncul bisa lebih berkaitan dengan pola perilaku yang kompulsif daripada anggapan bahwa masturbasi membuat otak rusak.

Kurang tidur akibat sering begadang untuk melakukan aktivitas seksual, misalnya, justru dapat membuat seseorang lebih mudah mengantuk pada siang hari dan kesulitan berkonsentrasi.

Mudah Lupa Tidak Selalu Berarti Karena Masturbasi

Sering lupa atau sulit berkonsentrasi juga tidak bisa langsung dikaitkan dengan masturbasi.

Daya ingat dan kemampuan fokus dipengaruhi oleh berbagai faktor. Kualitas tidur, tingkat stres, kondisi emosional, asupan nutrisi, aktivitas fisik, serta kebiasaan menggunakan perangkat digital dapat ikut berpengaruh terhadap fungsi kognitif sehari-hari.

Karena itu, jika seseorang tiba-tiba merasa lebih sering lupa, penting untuk melihat kebiasaan hidup secara keseluruhan daripada langsung menyalahkan masturbasi sebagai penyebabnya.

Baca Juga: Mitos atau Fakta, Minum Teh Setelah Makan Tidak Baik bagi Tubuh?

Jadi, Mitos atau Fakta ?

Anggapan bahwa sering masturbasi pasti membuat otak tidak fokus dan menyebabkan seseorang menjadi mudah lupa lebih tepat disebut sebagai mitos jika dimaknai sebagai efek langsung dan permanen.

Masturbasi tidak terbukti menyebabkan kerusakan otak atau penurunan daya ingat secara langsung. Namun, jika kebiasaan tersebut dilakukan secara berlebihan hingga mengganggu tidur, pekerjaan, pendidikan, hubungan sosial, atau aktivitas sehari-hari, dampak tidak langsung seperti kelelahan dan sulit berkonsentrasi tetap mungkin terjadi.

Dengan demikian, ketika mengalami masalah fokus atau mudah lupa, sebaiknya jangan langsung mengaitkannya dengan masturbasi. Perhatikan pula kualitas tidur, tingkat stres, pola aktivitas, dan kondisi kesehatan secara keseluruhan. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
masturbasi pelupa Tidak Fokus otak kesehatan