RADARBOJONEOGRO.JAWAPOS.COM - Tidur cukup seharusnya membuat tubuh terasa lebih segar saat bangun. Namun, ada kalanya seseorang tetap merasa lemas, tidak bertenaga, atau mudah mengantuk meski sudah tidur selama beberapa jam.
Kondisi tersebut bisa membuat aktivitas sehari-hari terasa lebih berat. Jika hanya terjadi sesekali, rasa lemas mungkin berkaitan dengan aktivitas atau kondisi tubuh pada hari itu. Namun, jika terus berulang, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
1. Kualitas Tidur Kurang Baik
Tidur dalam waktu yang cukup belum tentu berarti kualitas tidurnya baik.
Seseorang bisa tidur selama tujuh atau delapan jam, tetapi sering terbangun tanpa disadari atau tidurnya tidak cukup nyenyak. Akibatnya, tubuh belum mendapatkan istirahat yang optimal.
Kebiasaan menggunakan gawai hingga larut malam, lingkungan tidur yang tidak nyaman, atau jadwal tidur yang berubah-ubah juga dapat memengaruhi kualitas tidur.
Baca Juga: Sering Bangun Tidur Tengah Malam? Ini Penjelasan Menurut Psikologi
2. Kurang Minum
Tubuh membutuhkan cairan untuk menjalankan berbagai fungsi penting. Ketika asupan cairan tidak mencukupi, seseorang bisa merasa lelah, kurang berenergi, atau sulit berkonsentrasi.
Karena itu, jangan hanya memperhatikan jumlah waktu tidur. Kebiasaan minum sepanjang hari juga perlu diperhatikan.
Rasa haus, mulut kering, atau urine yang berwarna lebih pekat dapat menjadi tanda bahwa tubuh membutuhkan lebih banyak cairan.
3. Pola Makan Kurang Seimbang
Makanan menjadi sumber energi bagi tubuh. Pola makan yang tidak seimbang dapat membuat tubuh terasa kurang bertenaga.
Terlalu sering melewatkan waktu makan atau hanya mengandalkan makanan tertentu juga bisa membuat asupan zat gizi tidak optimal.
Memilih makanan yang beragam dan seimbang dapat membantu memenuhi kebutuhan tubuh, termasuk sumber protein, karbohidrat, lemak sehat, vitamin, mineral, serta serat.
4. Terlalu Banyak Duduk dan Kurang Bergerak
Kurang aktivitas fisik juga bisa membuat tubuh terasa mudah lemas.
Terlalu lama duduk, baik saat bekerja maupun melakukan aktivitas lain, membuat tubuh kurang aktif. Dalam jangka panjang, kebiasaan tersebut dapat membuat seseorang merasa kurang bugar.
Tidak harus langsung melakukan olahraga berat. Berjalan kaki, melakukan peregangan, atau menyempatkan diri bergerak di sela aktivitas bisa menjadi langkah sederhana.
5. Stres dan Beban Pikiran
Rasa lelah tidak selalu berasal dari aktivitas fisik.
Stres dan beban pikiran yang berlangsung terus-menerus juga dapat membuat tubuh terasa terkuras. Seseorang mungkin sudah tidur cukup, tetapi tetap merasa tidak berenergi ketika bangun.
Karena itu, menjaga waktu istirahat bukan hanya soal tidur. Memberikan waktu bagi tubuh dan pikiran untuk rileks juga penting.
Jangan Hanya Mengandalkan Durasi Tidur
Tubuh terasa lemas meski sudah cukup tidur bisa dipengaruhi banyak hal. Mulai dari kualitas tidur, pola makan, kurang minum, kurang bergerak, hingga kondisi psikologis.
Jika rasa lemas berlangsung terus-menerus, semakin berat, atau disertai keluhan lain, sebaiknya jangan langsung menganggapnya sebagai akibat kurang tidur. Konsultasi dengan tenaga kesehatan dapat membantu mencari penyebab yang tepat.
Pada akhirnya, tubuh yang terasa segar tidak hanya ditentukan oleh berapa lama seseorang tidur. Kualitas tidur, pola makan, asupan cairan, aktivitas fisik, dan kondisi pikiran juga ikut berperan. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko