Penyebab Utama Mendengkur dan Cara Mengatasinya, Jangan Dianggap Sepele!

Andhika Feriawan • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:10 WIB
Dalam beberapa kasus, mendengkur dapat berkaitan dengan gangguan tidur seperti sleep apnea. (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)
Dalam beberapa kasus, mendengkur dapat berkaitan dengan gangguan tidur seperti sleep apnea. (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Mendengkur atau ngorok merupakan kondisi yang cukup umum terjadi saat seseorang tidur. Suara tersebut muncul ketika aliran udara melalui hidung dan tenggorokan mengalami hambatan sehingga jaringan di sekitar saluran napas bergetar.

Meski sering dianggap sebagai kebiasaan tidur biasa, mendengkur yang terjadi terus-menerus atau disertai gejala tertentu perlu diperhatikan. Dalam beberapa kasus, kondisi ini dapat berkaitan dengan gangguan tidur seperti sleep apnea.

Penyebab Utama Mendengkur

Ada sejumlah faktor yang dapat membuat seseorang lebih mudah mendengkur, antara lain:

1. Posisi Tidur

Tidur telentang dapat membuat lidah dan jaringan lunak di tenggorokan lebih mudah jatuh ke belakang sehingga mempersempit saluran pernapasan. Kondisi tersebut dapat meningkatkan kemungkinan munculnya suara dengkuran.

Baca Juga: 7 Kebiasaan Buruk yang Dapat Merusak Organ Ginjal, Sering Dilakukan Tanpa Disadari

2. Berat Badan Berlebih

Penumpukan jaringan di sekitar leher dapat memberikan tekanan pada saluran pernapasan. Akibatnya, aliran udara menjadi lebih sempit dan suara dengkuran dapat terdengar lebih keras.

3. Hidung Tersumbat

Pilek, alergi, sinus, atau masalah pada saluran hidung dapat membuat seseorang kesulitan bernapas melalui hidung. Ketika saluran hidung menyempit, seseorang cenderung bernapas melalui mulut dan lebih mudah mendengkur.

4. Konsumsi Alkohol

Alkohol dapat membuat otot-otot di tenggorokan menjadi lebih rileks. Kondisi ini dapat menyebabkan saluran napas menyempit selama tidur dan memperparah dengkuran.

5. Kurang Tidur

Kurang tidur dapat membuat tubuh mengalami kelelahan dan otot tenggorokan menjadi lebih rileks saat tidur. Hal ini dapat meningkatkan risiko mendengkur.

6. Struktur Saluran Pernapasan

Beberapa orang memiliki kondisi anatomi tertentu yang membuat saluran napas lebih mudah menyempit, seperti amandel besar, langit-langit mulut yang relatif panjang, atau bentuk rahang tertentu.

Cara Mengatasi Kebiasaan Mendengkur

Beberapa perubahan gaya hidup dapat membantu mengurangi dengkuran, terutama jika penyebabnya berkaitan dengan kebiasaan sehari-hari.

Pertama, ubah posisi tidur. Tidur menyamping dapat membantu menjaga saluran napas tetap lebih terbuka dibandingkan tidur telentang.

Kedua, jaga berat badan tetap sehat. Jika berat badan berlebih menjadi salah satu faktor, penurunan berat badan secara bertahap dapat membantu mengurangi tekanan pada saluran pernapasan.

Ketiga, hindari alkohol menjelang tidur. Membatasi konsumsi alkohol, terutama beberapa jam sebelum tidur, dapat membantu mengurangi relaksasi berlebihan pada otot tenggorokan.

Keempat, atasi hidung tersumbat. Jika mendengkur berkaitan dengan alergi atau hidung tersumbat, penyebabnya perlu ditangani. Penggunaan obat atau produk tertentu sebaiknya disesuaikan dengan anjuran tenaga kesehatan.

Baca Juga: Seribu Manfaat Nangka, Buah Tropis yang Lezat dan Kaya Nutrisi

Kelima, cukup tidur dan pertahankan jadwal tidur teratur. Waktu tidur yang cukup dapat membantu mengurangi kondisi kelelahan yang berpotensi memperburuk dengkuran.

Kapan Mendengkur Perlu Diperiksakan?

Mendengkur sebaiknya tidak hanya dianggap sebagai gangguan bagi orang yang tidur di sekitar. Jika dengkuran sangat keras, terjadi hampir setiap malam, disertai jeda napas saat tidur, terbangun sambil terengah-engah, sakit kepala pada pagi hari, atau rasa mengantuk berlebihan pada siang hari, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

Gejala tersebut dapat menjadi tanda obstructive sleep apnea, yaitu kondisi ketika saluran napas berulang kali mengalami penyumbatan saat tidur.

Pada akhirnya, mendengkur tidak selalu menunjukkan adanya masalah serius. Namun, jika terjadi terus-menerus dan disertai gejala lain, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian. Mengenali penyebab dan melakukan perubahan gaya hidup dapat menjadi langkah awal untuk mendapatkan tidur yang lebih nyaman dan berkualitas. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
mendengkur sleep apnea Pernapasan tidur Pilek