RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Ikan teri bukan hanya dikenal sebagai lauk sederhana yang gurih dan mudah ditemukan. Ikan berukuran kecil ini ternyata menyimpan sejumlah nutrisi penting, termasuk kalsium dan fosfor yang berperan dalam menjaga kesehatan tulang dan gigi. Lantas, benarkah ikan teri baik untuk tulang?
Ikan teri menjadi salah satu bahan makanan yang cukup populer di Indonesia. Harganya relatif terjangkau dan dapat diolah menjadi berbagai menu, mulai dari sambal teri, tumisan, hingga campuran nasi goreng.
Di balik ukurannya yang kecil, ikan teri memiliki kandungan gizi yang cukup beragam. Salah satu keunggulannya adalah kandungan mineral yang dibutuhkan tubuh untuk mendukung kesehatan tulang.
Kaya Kalsium untuk Menunjang Kesehatan Tulang
Kalsium merupakan mineral utama yang menyusun tulang dan gigi. Tubuh membutuhkan kalsium untuk mempertahankan kepadatan serta kekuatan tulang.
Ikan teri dapat menjadi salah satu sumber kalsium karena bagian tulangnya yang berukuran kecil dan lunak umumnya dapat ikut dikonsumsi. Sebuah kajian mengenai ikan teri menyebutkan bahwa tulang ikan teri mengandung kalsium dan protein yang berperan dalam pembentukan jaringan tulang dan gigi.
Kandungan kalsium ikan teri dapat berbeda-beda tergantung jenis, kondisi ikan, serta proses pengolahannya. Data yang dikutip sejumlah sumber juga menunjukkan kandungan kalsium ikan teri cukup tinggi, terutama pada ikan yang dikonsumsi bersama tulangnya.
Tidak Hanya Kalsium, Ada Fosfor dan Protein
Kesehatan tulang tidak hanya bergantung pada kalsium. Fosfor juga merupakan mineral penting yang bekerja bersama kalsium dalam pembentukan dan pemeliharaan jaringan tulang.
Ikan teri diketahui mengandung kalsium, fosfor, serta protein. Dalam salah satu data komposisi ikan teri kering, kandungan kalsium dan fosfornya tergolong tinggi.
Sementara itu, protein dibutuhkan tubuh untuk membentuk dan memperbaiki berbagai jaringan. Kajian mengenai ikan teri juga menyebutkan bahwa protein berperan sebagai bagian dari matriks tulang.
Mengandung Omega-3
Selain mineral, ikan teri juga menyediakan asam lemak omega-3. Nutrisi ini dikenal penting untuk berbagai fungsi tubuh, termasuk mendukung kesehatan jantung dan otak.
Kandungan omega-3 pada ikan teri membuatnya tidak hanya menarik sebagai sumber mineral, tetapi juga sebagai salah satu pilihan sumber protein hewani yang memiliki lemak baik.
Ada Vitamin dan Mineral Lainnya
Ikan teri juga mengandung berbagai zat gizi lain, seperti zat besi, zinc, selenium, vitamin A, serta sejumlah vitamin B. Komposisi pastinya dapat berbeda berdasarkan jenis ikan teri dan cara pengolahannya.
Zat besi, misalnya, diperlukan tubuh untuk membantu pembentukan hemoglobin. Sementara vitamin dan mineral lainnya berperan dalam berbagai proses metabolisme tubuh.
Apakah Makan Teri Bisa Membuat Tulang Lebih Kuat ?
Jawabannya, ikan teri dapat menjadi bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan tulang, terutama karena kandungan kalsium, fosfor, dan proteinnya.
Namun, bukan berarti mengonsumsi ikan teri saja sudah cukup untuk menjaga tulang. Kesehatan tulang dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk kecukupan kalsium dan vitamin D, aktivitas fisik, usia, kondisi kesehatan, serta pola makan secara keseluruhan.
Karena itu, ikan teri sebaiknya dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan yang beragam dan seimbang.
Perhatikan Kandungan Garam pada Teri Kering
Meski memiliki banyak nutrisi, konsumsi ikan teri tetap perlu diperhatikan, terutama jika memilih teri kering atau yang sudah diasinkan.
Produk ikan teri yang diproses dengan tambahan garam dapat memiliki kandungan natrium cukup tinggi. Oleh karena itu, konsumsi dalam jumlah wajar tetap penting, terutama bagi orang yang perlu membatasi asupan natrium.
Jika memungkinkan, pilih teri dengan kadar garam lebih rendah dan perhatikan cara pengolahannya. Teri juga dapat dicuci atau direndam terlebih dahulu sebelum dimasak untuk membantu mengurangi sebagian garam di permukaannya. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko