RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – orang tua merasa bingung ketika anak terlihat lahap makan, tetapi berat badannya tetap sulit bertambah. Kondisi ini sering kali memunculkan kekhawatiran bahwa si kecil mengalami masalah kesehatan atau kekurangan gizi.
Padahal, menurut nutritionist Inne Herayani, ukuran kesehatan anak tidak bisa hanya dinilai dari tubuh yang terlihat gemuk atau kurus.
"Jadi yang menjadi indikator baik atau buruknya bukan dari gemuk atau tidaknya ya, tapi dari berat badan yang sesuai dengan tinggi badan dan usia," ujar Inne Herayani dalam acara Hari Anak Nasional 2026 Celebration di Nestlé Gallery, Karawang Factory, Sabtu (1/8).
Artinya, selama berat badan anak masih sesuai dengan kurva pertumbuhan berdasarkan usia dan tinggi badannya, orang tua tidak perlu terlalu khawatir apabila postur tubuhnya cenderung lebih ramping.
Lantas, apa saja penyebab anak susah gemuk meski sudah makan banyak?
Baca Juga: Solusi Pemenuhan Gizi Anak Usia Sekolah
1. Faktor Genetik
Salah satu penyebab paling umum adalah faktor keturunan. Jika ayah atau ibu memiliki postur tubuh yang cenderung kurus, anak juga berpeluang memiliki bentuk tubuh serupa.
Dalam kondisi ini, tubuh anak memang memiliki metabolisme dan komposisi tubuh yang berbeda sehingga tidak mudah mengalami kenaikan berat badan meski nafsu makannya baik.
2. Metabolisme Tubuh yang Cepat
Setiap anak memiliki metabolisme yang berbeda. Ada anak yang mampu membakar kalori lebih cepat sehingga energi dari makanan segera digunakan untuk beraktivitas dan tumbuh, bukan disimpan sebagai cadangan lemak.
Anak yang aktif bergerak, gemar bermain, atau rutin berolahraga juga membutuhkan energi lebih banyak dibandingkan anak yang lebih sedikit beraktivitas.
Baca Juga: Makanan Sehat dan Aman untuk Ibu Hamil, Kunci Kehamilan yang Sehat dan Janin Tumbuh Optimal
3. Asupan Kalori Belum Tentu Cukup
Meski terlihat sering makan, belum tentu jumlah kalori yang dikonsumsi sudah memenuhi kebutuhan hariannya.
Misalnya, anak lebih banyak mengonsumsi buah, camilan rendah kalori, atau makanan dalam porsi kecil. Akibatnya, total energi yang masuk masih lebih rendah dibandingkan energi yang digunakan tubuh setiap hari.
Karena itu, selain memperhatikan frekuensi makan, orang tua juga perlu memastikan menu anak mengandung karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral yang seimbang.
4. Sedang Mengalami Masa Pertumbuhan
Pada masa pertumbuhan tertentu, tubuh anak lebih banyak menggunakan energi untuk mendukung perkembangan tulang, otot, dan organ tubuh.
Akibatnya, berat badan mungkin tidak langsung meningkat meski nafsu makan sedang baik. Kondisi ini umumnya masih tergolong normal selama pertumbuhan tinggi badan berjalan sesuai usianya.
5. Aktivitas Fisik yang Tinggi
Anak-anak yang sangat aktif biasanya membakar lebih banyak kalori sepanjang hari. Mereka berlari, bermain, bersepeda, hingga mengikuti berbagai kegiatan yang menguras energi.
Hal tersebut membuat kalori yang masuk dari makanan langsung digunakan sebagai sumber tenaga sehingga kenaikan berat badan menjadi lebih lambat.
Baca Juga: Solusi Pemenuhan Gizi Anak Usia Sekolah
6. Gangguan Penyerapan Nutrisi
Dalam beberapa kasus, berat badan yang sulit naik dapat disebabkan oleh gangguan penyerapan nutrisi di saluran cerna atau kondisi kesehatan tertentu.
Misalnya infeksi cacing, intoleransi makanan tertentu, atau gangguan pencernaan yang membuat tubuh tidak mampu menyerap zat gizi secara optimal.
Jika kondisi ini disertai diare berkepanjangan, nyeri perut, berat badan terus menurun, atau pertumbuhan terhambat, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter anak.
Jangan Terlalu Fokus pada Anak Gemuk
Banyak orang tua menganggap anak yang gemuk berarti lebih sehat. Padahal, anggapan tersebut tidak selalu benar.
Seperti dijelaskan Inne Herayani, indikator utama pertumbuhan anak adalah apakah berat badan sudah sesuai dengan tinggi badan dan usianya. Penilaian ini biasanya dilakukan menggunakan kurva pertumbuhan yang dipantau secara rutin di posyandu atau fasilitas kesehatan.
Oleh karena itu, orang tua sebaiknya tidak membandingkan bentuk tubuh anak dengan anak lain karena setiap anak memiliki pola pertumbuhan yang berbeda.
Kapan Orang Tua Perlu Waspada?
Segera konsultasikan dengan dokter apabila anak mengalami beberapa kondisi berikut:
-
Berat badan tidak bertambah dalam waktu yang cukup lama.
-
Berat badan justru terus menurun.
-
Nafsu makan menurun drastis.
-
Anak tampak lemas atau mudah sakit.
-
Tinggi badan dan berat badan tidak sesuai dengan kurva pertumbuhan.
-
Mengalami diare kronis, muntah berulang, atau keluhan pencernaan lainnya.
Pemeriksaan sejak dini dapat membantu mengetahui apakah ada masalah kesehatan yang mendasari sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Kesimpulan
Anak susah gemuk meski banyak makan tidak selalu menandakan adanya gangguan kesehatan. Faktor genetik, metabolisme yang cepat, aktivitas fisik yang tinggi, hingga pola makan yang belum memenuhi kebutuhan kalori dapat menjadi penyebabnya.
Yang terpenting, orang tua tidak hanya berfokus pada bentuk tubuh anak. Sesuai penjelasan nutritionist Inne Herayani, indikator pertumbuhan yang baik adalah berat badan yang sesuai dengan tinggi badan dan usia. Selama pertumbuhan anak berjalan sesuai kurva dan kondisi kesehatannya baik, tubuh yang cenderung ramping belum tentu menjadi masalah. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko