5 Cara Efektif Mengurangi Stres karena Pekerjaan, Tetap Produktif Tanpa Mengorbankan Kesehatan

Andhika Feriawan • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 17:12 WIB
Tekanan pekerjaan menjadi salah satu penyebab utama stres yang dialami banyak pekerja. (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)
Tekanan pekerjaan menjadi salah satu penyebab utama stres yang dialami banyak pekerja. (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Tekanan pekerjaan menjadi salah satu penyebab utama stres yang dialami banyak pekerja. Target yang menumpuk, tenggat waktu yang ketat, hingga tuntutan untuk selalu produktif dapat memengaruhi kesehatan fisik maupun mental apabila tidak dikelola dengan baik.

Menurut para ahli kesehatan, stres dalam kadar tertentu dapat memacu semangat kerja. Namun, jika berlangsung terus-menerus tanpa penanganan yang tepat, kondisi ini berpotensi menyebabkan gangguan tidur, menurunnya konsentrasi, hingga meningkatkan risiko berbagai penyakit.

Agar stres tidak mengganggu produktivitas maupun kualitas hidup, berikut lima cara efektif yang bisa dilakukan untuk mengelola tekanan akibat pekerjaan.

1. Susun Prioritas Pekerjaan

Mengatur daftar tugas berdasarkan tingkat urgensi dan kepentingan dapat membantu mengurangi rasa kewalahan. Fokuslah menyelesaikan pekerjaan yang paling penting terlebih dahulu sebelum beralih ke tugas lainnya.

Teknik seperti membuat to-do list atau menggunakan metode prioritas dapat membantu pekerjaan menjadi lebih terstruktur dan mengurangi beban pikiran.

Baca Juga: 7 Tanda Sedang Mengalami Stres, Jangan Abaikan Gejala yang Muncul

2. Luangkan Waktu untuk Beristirahat

Bekerja tanpa jeda justru dapat menurunkan produktivitas. Sisihkan waktu beberapa menit setiap satu hingga dua jam untuk berdiri, berjalan ringan, atau melakukan peregangan.

Istirahat singkat membantu mengurangi ketegangan otot, menyegarkan pikiran, dan meningkatkan fokus saat kembali bekerja.

3. Jaga Pola Hidup Sehat

Tubuh yang sehat lebih mampu menghadapi tekanan pekerjaan. Pastikan kebutuhan tidur terpenuhi sekitar tujuh hingga sembilan jam setiap malam, konsumsi makanan bergizi seimbang, serta rutin berolahraga.

Aktivitas fisik dapat merangsang pelepasan hormon endorfin yang dikenal mampu memperbaiki suasana hati dan membantu menurunkan tingkat stres.

4. Tetapkan Batas antara Pekerjaan dan Kehidupan Pribadi

Kemudahan teknologi membuat banyak orang tetap terhubung dengan pekerjaan di luar jam kantor. Padahal, waktu istirahat sangat penting untuk memulihkan energi.

Jika memungkinkan, hindari mengecek email atau pesan pekerjaan setelah jam kerja selesai. Gunakan waktu luang untuk berkumpul bersama keluarga, menjalani hobi, atau melakukan aktivitas yang menyenangkan.

5. Jangan Ragu Mencari Dukungan

Ketika tekanan pekerjaan terasa berat, berbicaralah dengan rekan kerja, atasan, teman, atau anggota keluarga yang dipercaya. Berbagi cerita dapat membantu mengurangi beban emosional sekaligus membuka peluang menemukan solusi.

Apabila stres berlangsung dalam waktu lama dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, berkonsultasi dengan psikolog atau tenaga kesehatan mental merupakan langkah yang bijak.

Baca Juga: 5 Kebiasaan Kecil Ini Ampuh Atasi Stres dan Bikin Pikiran Adem Seketika

Stres Perlu Dikelola, Bukan Diabaikan

Stres akibat pekerjaan merupakan hal yang umum dialami, tetapi bukan berarti harus dibiarkan berlarut-larut. Dengan manajemen waktu yang baik, menjaga pola hidup sehat, memberikan waktu bagi diri sendiri untuk beristirahat, serta mencari dukungan ketika diperlukan, setiap orang dapat mengurangi dampak negatif stres dan tetap bekerja secara produktif.

Menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi bukan hanya bermanfaat bagi kesehatan mental, tetapi juga dapat meningkatkan performa kerja dalam jangka panjang. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
pekerjaan Produksi kesehatan Istirahat stres