RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pendengaran merupakan salah satu indera yang berperan penting dalam aktivitas sehari-hari. Kemampuan mendengar yang baik membantu seseorang berkomunikasi, berinteraksi sosial, hingga menjaga keseimbangan tubuh. Namun, seiring bertambahnya usia, fungsi pendengaran dapat mengalami penurunan secara alami. Karena itu, menjaga kesehatan telinga sejak dini menjadi langkah penting agar kualitas pendengaran tetap terjaga hingga usia lanjut.
Dokter spesialis THT menjelaskan bahwa penurunan pendengaran tidak hanya dipengaruhi oleh faktor usia, tetapi juga paparan suara bising, infeksi telinga yang tidak ditangani dengan baik, penggunaan obat tertentu, hingga kebiasaan membersihkan telinga secara tidak tepat.
Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan pendengaran hingga lanjut usia:
Hindari Paparan Suara yang Terlalu Keras
Gunakan pelindung telinga saat berada di lingkungan yang bising, seperti lokasi konstruksi, pabrik, atau konser musik. Jika menggunakan earphone, terapkan aturan volume maksimal sekitar 60 persen dan batasi waktu pemakaian.
Jangan Membersihkan Telinga dengan Cotton Bud Terlalu Dalam
Kebiasaan ini dapat mendorong kotoran telinga masuk lebih dalam bahkan berisiko melukai saluran telinga atau gendang telinga. Jika terdapat penumpukan kotoran, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Baca Juga: Suara Ekstrem Sound Horeg dan Ancaman Kesehatan yang Tak Disadari: Dari Telinga Hingga Mental
Lakukan Pemeriksaan Pendengaran Secara Berkala
Pemeriksaan rutin membantu mendeteksi gangguan pendengaran sejak dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.
Jaga Kesehatan Tubuh Secara Menyeluruh
Penyakit seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi dapat memengaruhi aliran darah ke telinga bagian dalam. Menjaga pola makan sehat, berolahraga, dan mengendalikan penyakit kronis dapat mendukung kesehatan pendengaran.
Hindari Kebiasaan Merokok
Merokok diketahui dapat meningkatkan risiko gangguan pendengaran karena memengaruhi sirkulasi darah dan kesehatan jaringan di telinga.
Segera Tangani Infeksi Telinga
Nyeri, keluar cairan dari telinga, atau penurunan pendengaran secara tiba-tiba sebaiknya segera diperiksakan ke dokter agar tidak menimbulkan komplikasi.
Baca Juga: Perawatan Kucing Saat Musim Hujan, Lebih Rentan Terkena Kutu Telinga
Selain menjaga kesehatan telinga, para ahli juga mengingatkan pentingnya mengenali tanda-tanda awal gangguan pendengaran, seperti sering meminta lawan bicara mengulang perkataan, kesulitan mengikuti percakapan di tempat ramai, atau harus meningkatkan volume televisi dan ponsel lebih tinggi dari biasanya.
Apabila gangguan pendengaran sudah terjadi, penggunaan alat bantu dengar sesuai rekomendasi tenaga kesehatan dapat membantu meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan mempertahankan kualitas hidup.
Menjaga pendengaran bukan hanya penting bagi lansia, tetapi juga perlu dimulai sejak usia muda. Dengan menerapkan kebiasaan sehat dan melakukan pemeriksaan secara berkala, risiko penurunan pendengaran dapat dikurangi sehingga seseorang tetap dapat menikmati komunikasi dan aktivitas sehari-hari hingga usia lanjut. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko