Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Pandemi Hantavirus 2026 Ternyata Sudah Diramal Sejak 5 Tahun Lalu!

Bhagas Dani Purwoko • Jumat, 8 Mei 2026 | 17:14 WIB
HANTAVIRUS: Ancaman pandemi hantavirus 2026 mengintai.
HANTAVIRUS: Ancaman pandemi hantavirus 2026 mengintai.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Ancaman pandemi Hantavirus yang kini mengguncang dunia di tahun 2026 bukanlah sebuah kejutan bagi para ilmuwan karena aliansi vaksin dunia, Gavi, telah memperingatkan potensi Hantavirus sebagai "Pandemi Berikutnya" sejak 10 Mei 2021.

Dengan tingkat kematian (fatality rate) mencapai 35-50% pada jenis New World (HPS), virus yang menyebar lewat tikus ini menjadi sorotan utama setelah terdeteksinya transmisi antarmanusia yang lebih berkelanjutan. 

Peringatan yang Terabaikan?

Lima tahun silam, melalui platform VaccinesWork, Gavi menyoroti mutasi pada virus Andes di Argentina dan Chile sebagai alarm bahaya bagi kesehatan global. Laporan tersebut secara eksplisit menyatakan kekhawatiran para ahli kala itu.

Baca Juga: Waspadai Persebaran Hantavirus, Kemenkes Jalin Kerjasama Skrining dengan WHO

"Epidemi penularan hantavirus dari manusia ke manusia dari virus Andes di Argentina dan Chile menunjukkan bahwa virus ini dapat berevolusi untuk mempertahankan transmisi antarmanusia," tulis laporan VaccinesWork pada tahun 2021. 

HANTAVIRUS: Situs Gavi telah memprediksi ancaman pandemi Hantavirus 5 tahun lalu.
HANTAVIRUS: Situs Gavi telah memprediksi ancaman pandemi Hantavirus 5 tahun lalu.

Kini di tahun 2026, kekhawatiran tersebut benar-benar menjadi kenyataan di tengah laporan kasus yang kembali mencuat secara global.

Pada Januari 2021 juga telah dirilis jurnal penelitian terkait berjudul Hantavirus: The Next Pandemic We Are Waiting For? di PubMed Central (PMC7826498). Ada 4 penulis di antaratanya Abbas KhanMazhar KhanSaeed Ullah, dan Dong-Qing Wei. 

"Skenario yang paling sulit diatasi adalah penularan hantavirus dari manusia ke manusia, yang dilaporkan pada tahun 2005 dan 2019, yang berpotensi menyebabkan pandemi global lain dengan virus yang lebih mematikan dibandingkan dengan virus corona," tulis jurnal tersebut.

HANTAVIRUS: Jurnal internasional memprediksi ancaman pandemi Hantavirus pada Januari 2021.
HANTAVIRUS: Jurnal internasional memprediksi ancaman pandemi Hantavirus pada Januari 2021.

Juga ada salah satu akun Twitter/X @iamasoothsayer yang juga telah memprediksi pada 2022. Dia ngetwit bahwa pada 2026 terjadi pandemi hantavirus.

Mengenal Gejala Hantavirus: Dari Gejala Flu hingga Gagal Organ

Hantavirus merupakan genus Orthohantavirus yang secara tradisional menular melalui aerosol dari urine, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi. Para ahli membagi ancaman ini menjadi dua kategori besar berdasarkan wilayah dan dampaknya:

Baca Juga: Super Flu Bukan “Next Covid-19”: Mengapa Varian Influenza Subclade K Dinilai Tak Berpotensi Jadi Pandemi

Gejala awalnya sangat mengecoh karena mirip dengan flu biasa, seperti demam, nyeri tubuh, dan muntah.

Namun, masa inkubasinya yang panjang, yakni antara 2 hingga 4 minggu, memungkinkan pengidapnya bepergian dan menyebarkan virus ke berbagai wilayah sebelum mereka menyadari bahwa mereka sedang sakit. 

Tantangan Vaksin dan Pengobatan

Hingga saat ini, perlindungan medis terhadap Hantavirus masih sangat terbatas dan menghadapi tantangan besar:

Cara Mengurangi Risiko: Lindungi Rumah Anda

Gavi menekankan bahwa langkah pencegahan paling krusial saat ini adalah memutus kontak langsung maupun tidak langsung dengan hewan pengerat. Berikut adalah langkah praktis yang dapat dilakukan: 

Untuk informasi lebih lanjut mengenai pengawasan genomik virus dan perkembangan terkini, Anda dapat merujuk pada publikasi resmi di Gavi, the Vaccine Alliance. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#pandemi hantavirus #penularan hantavirus #gejala hantavirus #jaga kebersihan #flu