Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Akses Mudah dan Terjamin, Warga Bojonegoro Apresiasi Program JKN

Bhagas Dani Purwoko • Kamis, 30 April 2026 | 15:57 WIB
---
---

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Puji Rahayu , 37, tak pernah menyangka bahwa program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) akan memberikan dampak begitu besar dalam hidupnya. Sebagai warga Kabupaten Bojonegoro, ia merasakan secara langsung bagaimana peran pemerintah daerah hadir memberikan perlindungan pada masyarakatnya. Melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), pemkab hadir dalam memberikan jaminan kesehatan. 

“Tentunya, saya bersyukur sekali menjadi bagian dari masyarakat Kabupaten Bojonegoro. Peran dan tanggung jawabnya dalam memberikan perlindungan kesehatan tidak dapat dipandang sebelah mata. Menurut saya, inilah bukti pemerintah daerah hadir dan sigap dalam memberikan jaminan kesehatan. Pemkab tidak menunggu warga untuk mengadu belum terdaftar menjadi peserta JKN. Sikap proaktif yang ditunjukkan justru dengan melakukan pendataan terhadap warga yang belum terdaftar. Menurut saya, Pemkab Bojonegoro tidak meninggalkan hak-hak pelayanan kesehatan untuk masyarakatnya,” katanya. Senin (27/4).

Puji juga menuturkan jika Kabupaten Bojonegoro sendiri saat ini telah mencapai status Universal Health Coverage (UHC). Menurutnya, hal ini Adalah capaian penting yang menandakan bahwa semua penduduknya telah terlindungi Program JKN. 

“Luar biasa sekali peran pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan kesehatan pada warganya. Terlebih, Kabupaten Bojonegoro sendiri saat ini telah mencapai status UHC. Menurut saya, bahwa capaian ini bukan hanya sekedar angka statistik. Hal ini adalah bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam menjamin hak dasar warganya di bidang kesehatan. Pemkab Bojonegoro tidak hanya menjalankan kebijakan, tetapi juga menunjukkan rasa tanggung jawab dan kepedulian yang tinggi terhadap kesejahteraan masyarakat. Pemkab cukup proaktif melakukan pendataan terhadap warga yang belum terdaftar. Sehingga hak pelayanan kesehatan diupayakan untuk tidak tertinggal,” ucap pengasuh pondok pesantren ini.

Baca Juga: 35 Ribu PBI JKN di Blora Dinonaktifkan, Hanya Segelintir Warga yang Ajukan Reaktivasi

Warga Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro ini mengatakan, ada beberapa saja warga yang belum terdaftar. Menurutnya segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) menjadi sebagian kecilnya. 

“Beberapa warga memang ada yang belum terdaftar menjadi peserta JKN. Namun menurut saya, hal itu tidak dibiarkan lama oleh pemerintah daerah. Terbukti, tetangga saya yang belum terdaftar, bisa langsung terbantu melalui dinas sosial untuk menjadi peserta JKN. Tentunya ini adalah upaya cepat dari pemkab bergerak cepat. Koordinasi dengan BPJS Kesehatan dan lintas sektor bersinergi untuk memastikan warganya yang belum terdaftar,” terangnya. 

Puji sendiri merasa lega karena status kepesertaannya dalam program JKN selalu aktif. Ia menyebut, proses administrasi yang dijalani terbilang sederhana.

“Persyaratan menjadi peserta JKN sangat mudah dan tidak berbelit. Masyarakat sangat terbantu dan tidak terbebani saat mengurusi kepesertaan. Jika terjadi sakit, biaya pengobatan, semuanya dijamin oleh BPJS Kesehatan. Menurut saya, menjadi peserta JKN adalah anugerah besar yang memberikan rasa aman dan ketenangan bagi diri sendiri dan keluarga. Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Upayanya untuk melindungi kesehatan warganya sangat maksimal. Saya berharap layanan JKN ini bisa terus berlangsung sampai selamanya. Seluruh masyarakay yang terdaftar akan terus mendapatkan perlindungan kesehatan yang layak,” tutup Puji penuh harap. (*/tih)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#perlindungan kesehatan #JKN #uhc #kesehatan #bojonegoro