RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Seluruh anak sekolah di Bojonegoro ditarget mengikuti program cek kesehatan gratis (CKG). Target ini menjadi bagian dari upaya memperluas deteksi dini penyakit sejak usia sekolah.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro, Ninik Susmiati, mengatakan pelaksanaan CKG untuk anak sekolah telah berjalan sejak tahun lalu dan kini kembali dilanjutkan.
"Tahun lalu untuk anak sekolah dilakukan serentak mulai tahun ajaran baru, 14 Juli 2025, perintah dari pusat," ujarnya.
Menurutnya, pada tahun ini pelaksanaan CKG untuk anak sekolah sudah dimulai dengan cakupan yang lebih luas. Dinkes pun menargetkan seluruh siswa dapat mengikuti pemeriksaan tersebut.
"Tahun 2026 untuk CKG anak sekolah sudah dimulai. Saya targetkan 100 persen anak sekolah di-CKG," tegasnya, Jumat (24/4), kepada wartawan Jawa Pos Radar Bojonegoro.
Baca Juga: Dinkes Blora Sebut Partisipasi CKG Baru 68,8 Persen Sepanjang 2025
Program CKG merupakan skrining kesehatan yang dilakukan secara berkala, minimal satu kali dalam setahun. Pemeriksaan ini tidak hanya mencakup kondisi fisik, tetapi juga menilai faktor risiko kesehatan sejak dini. "CKG ini setahun sekali," imbuhnya.
Pelaksanaan CKG dilakukan melalui fasilitas layanan kesehatan, termasuk puskesmas yang menjangkau langsung ke sekolah-sekolah. Skema ini diharapkan mampu meningkatkan partisipasi sekaligus memudahkan akses pemeriksaan bagi pelajar.
Selain menyasar anak sekolah, program CKG juga menyasar kelompok usia lain, mulai dari bayi hingga lansia. Namun, kelompok usia sekolah menjadi salah satu fokus karena dinilai strategis dalam membangun kesadaran kesehatan sejak dini.
Dengan target yang telah dicanangkan, Dinkes berharap cakupan pemeriksaan kesehatan di Bojonegoro terus meningkat sekaligus mendorong pencegahan penyakit sejak awal. (kam/zim)
Editor : Yuan Edo Ramadhana