RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Saat cuaca ekstrem saat ini, kulit kering sering kali menjadi masalah utama karena penguapan kadar air yang terjadi jauh lebih cepat.
Sinar UV yang terik bukan hanya membakar, tapi juga merusak skin barrier yang membuat kulit terasa ketarik, kasar, hingga mengelupas.
Berikut adalah panduan praktis untuk menjaga kulit tetap lembap dan sehat meski di bawah terik matahari.
1. Gunakan Teknik Layering Hidrasi
Kulit kering membutuhkan lebih dari sekadar pelembap biasa. Gunakan toner hidrasi atau essence sebelum mengaplikasikan pelembap. Teknik ini mengunci air di dalam lapisan kulit sebelum suhu panas sempat menguapkannya.Cari Kandungan: Hyaluronic Acid, Glycerin, atau Aloe Vera.
Baca Juga: Puasa dan Kesehatan Kulit
2. Pilih Pelembap dengan Tekstur Gel-Cream
Di cuaca panas, pelembap yang terlalu tebal (heavy cream) seringkali terasa lengket dan menyumbat pori. Pilihlah tekstur gel-cream yang berbahan dasar air namun tetap kaya akan ceramide untuk memperbaiki lapisan pelindung kulit tanpa rasa gerah.
3. Jangan Pernah Skip Sunscreen (Re-apply!)
Sinar UV adalah musuh utama kelembapan. Untuk kulit kering, pilihlah sunscreen yang memiliki efek dewy atau melembapkan. Aturan Penting: Gunakan sebanyak dua ruas jari dan lakukan re-apply setiap 2-3 jam, terutama jika kamu banyak beraktivitas di luar ruangan.
4. Hindari Mandi dengan Air Panas
Meskipun terasa rileks, air panas dapat meluruhkan minyak alami (sebum) yang sangat dibutuhkan oleh kulit kering. Saat cuaca terik, gunakan air suhu ruang atau air dingin untuk membantu menenangkan kulit yang terkena paparan panas (soothing effect).
Baca Juga: 6 Manfaat Luar Biasa Double Cleansing yang Bikin Kulit Wajah Lebih Bersih, Sehat, dan Bercahaya
5. Hidrasi dari Dalam (Aturan 2 Liter+)
Skincare terbaik dimulai dari apa yang kamu minum. Cuaca terik meningkatkan risiko dehidrasi yang langsung berdampak pada elastisitas kulit. Pastikan asupan air putih tercukupi dan konsumsi buah-buahan yang kaya air seperti semangka atau melon. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko