Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Dinkes Bojonegoro: Waspada Penularan Campak saat Lebaran

Hakam Alghivari • Kamis, 19 Maret 2026 | 16:00 WIB

 

ANTRE: Pasien sedang antre pelayanan kesehatan, dinkes meminta warga waspada penularan campak pada bayi di momen lebaran.
ANTRE: Pasien sedang antre pelayanan kesehatan, dinkes meminta warga waspada penularan campak pada bayi di momen lebaran.
 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Momen Lebaran yang identik dengan silaturahmi dan interaksi antaranggota keluarga meningkatkan risiko penularan penyakit, terutama campak yang masih menjadi perhatian secara nasional.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro mengimbau masyarakat lebih waspada, khususnya saat berinteraksi dengan bayi dan anak-anak.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, hingga pekan ke-8 tahun 2026 tercatat lebih dari 10 ribu suspek campak di Indonesia, dengan ribuan kasus terkonfirmasi serta beberapa kematian.

Selain itu, puluhan kejadian luar biasa (KLB) campak dilaporkan terjadi di sejumlah daerah, termasuk di Jawa Timur. Kondisi ini menunjukkan penularan campak masih berlangsung dan berpotensi meningkat di tengah mobilitas masyarakat saat perayaan Idul Fitri.

Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro Ninik Susmiati mengatakan, campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular.

“Campak adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus campak. Penyakit ini sangat mudah menular, terutama pada anak-anak, namun juga dapat menyerang remaja dan orang dewasa yang belum mendapatkan imunisasi atau belum pernah terkena campak sebelumnya,” ujarnya saat dihubungi Radar Bojonegoro, Rabu (18/3).

Dia menambahkan, penularan bisa saja terjadi melalui droplet saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Virus,  bahkan dapat bertahan di udara dan permukaan benda selama beberapa jam.

“Virus campak dapat bertahan di udara dan permukaan benda selama beberapa jam, sehingga penularannya sangat cepat, terutama di lingkungan padat seperti rumah, sekolah, dan tempat umum,” paparnya.

Selain itu, kontak tidak langsung juga berisiko menularkan. “Karena penularan melalui droplet, kalau tangan terkena percikan virus campak, ya bisa tertular,” tambahnya.

Ninik mengimbau masyarakat untuk menerapkan langkah pencegahan sederhana. “Pakai masker terutama bagi yang sakit dan kelompok rentan, cuci tangan pakai sabun sebelum dan sesudah bersalaman, serta jaga imunitas tubuh,” pesannya.

Baca Juga: 7 Cara Mengatasi Sakit Gigi pada Anak, Penyebab, dan Langkah Pencegahannya

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bojonegoro, dr. Rury Dewi, mengingatkan agar masyarakat menghindari kontak langsung berlebihan dengan bayi saat Lebaran.

“Bayi memiliki daya tahan tubuh yang masih berkembang, sehingga lebih rentan terhadap infeksi,” ujarnya dikutip dari laman Pemkab Bojonegoro.

Selain campak, lanjut Rury, penyakit lain seperti batuk rejan, herpes, difteri, cacar air (varicella), hingga gondongan (parotitis) juga perlu diwaspadai.

Kontak langsung seperti mencium atau mencubit bayi dinilai dapat meningkatkan risiko penularan penyakit tersebut. (kam/msu)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#kejadian luar biasa #dinkes #kontak #Droplet #Lebaran #virus campak #bojonegoro #idul fitri #dinas kesehatan #klb #mencium #Mencubit #Bayi